Loading...
SAINS
Penulis: Ignatius Dwiana 18:26 WIB | Jumat, 15 November 2013

Greenpeace Tolak Perusakan Hutan oleh Produsen Minyak Sawit

Aksi Greenpeace di kantor Wilmar International di Jakarta. (Foto Dokumentasi Green Peace)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Greenpeace melakukan aksi damai tanpa kekerasan di kantor Wilmar International di Jakarta pada Kamis (14/11) Mendesak pedagang minyak sawit Wilmar International yang berbasis di Singapura ini untuk segera berkomitmen menerapkan kebijakan nol deforestasi dalam seluruh rantai produksinya.

Tujuh aktivis Greenpeace dengan berkostum harimau Sumatera membentangkan karpet harimau raksasa berukuran dua kali dua puluh meter di depan pintu masuk gedung Wilmar. Selain itu spanduk-spanduk diusung dengan pesan ‘Wilmar: Perlindungan atau Perusakan?’ dan ‘Wilmar: Jangan Injak-Injak Rumah Kami’.

Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia Teguh Surya dalam siaran pers mengatakan, “Dalam aksi ini Greenpeace membentangkan karpet harimau di depan kantor Wilmar sebagai perlambang bahwa perusahaan ini masih menolak berkomitmen menghentikan perusakan hutan alam Indonesia dalam rantai produksinya. Sudah lebih dari satu bulan semenjak Greenpeace mengeluarkan laporan ‘Izin Untuk Menghancurkan’ yang menunjukkan betapa Wilmar mencuci minyak sawit kotor ke pasar global.”

"Sebagai pemain di sektor minyak kelapa sawit terbesar dunia, Wilmar memiliki kekuatan untuk mengubah industri minyak sawit. Namun, hingga Wilmar berkomitmen untuk kebijakan nol deforestasi, perdagangan minyak sawit mereka dengan merek-merek rumah tangga besar seperti P&G, Mondelez, dan Reckitt Benckiser tanpa disadari membuat konsumen turut mendorong kepunahan 400 harimau Sumatera yang tersisa di Indonesia,” kata Teguh Surya. 

Greenpeace meluncurkan laporan investigasi ‘License to Kill’ (Izin Untuk Memusnahkan) pada 22 Oktober 2013. Laporan Greenpeace ini mengungkap merek-merek produk rumah tangga termasuk Colgate Palmolive, Mondelez Internasional, raksasa biofuel Neste Oil, Procter & Gamble, produsen perawatan pribadi Reckitt Benckiser dan beberapa perusahaan lain membeli minyak sawit dari Wilmar.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home