Loading...
EKONOMI
Penulis: Reporter Satuharapan 20:30 WIB | Sabtu, 15 April 2017

Gubernur Sulsel dan Pengusaha Arab Saudi Teken MoU Investasi

Ilustrasi. Presiden Joko Widodo meninjau proses pengolahan kacang mete di pabrik pengolahan kacang mete dan kakao PT Comextra Majora di Makassar, Sulawesi Selatan, hari Sabtu (26/11). (Foto: BPMI Setpres)

JEDDAH, SATUHARAPAN.COM – Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Perusahaan Al-Kahfut For Achievment Est, yang bergerak di bidang ekonomi dan konstruksi.

Penandatanganan MoU dilakukan di rumah makan Mohamed Aidh Al-Qurashi, pemilik Al-Kahfut For Achievment Est di sela kegiatan misi dagang dan investasi Pemerintah Sulawesi Selatan di Makkah, Arab Saudi pada 4-7 April 2017 lalu.

Dalam kunjungan misi dagang dan investasi tersebut, rombongan Sulawesi Selatan didampingi oleh Tim Ekonomi dan Perdagangan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah serta Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah.

Kepala ITPC Jeddah, Gunawan, menyatakan sampai saat ini investor dari Arab Saudi saling proaktif dalam bertukar informasi dengan pihak Sulawesi Selatan.

“Pemerintah Sulawesi Selatan mengajukan daftar investasi yang dibutuhkan sehingga pengusaha dan investor Arab Saudi dapat merancang jenis–jenis investasi yang dapat dilakukan di wilayah Sulawesi Selatan,” jelas Gunawan seperti dilansir, hari Sabtu (15/4).

Sulawesi Selatan mempunyai komoditas perdagangan yang besar seperti kopi, cokelat, rempah- rempah (merica dan lada), buah-buahan tropis, hasil laut (ikan segar, udang, bandeng, kepiting, dan hasil perikanan laut lainnya), serta produk pertanian (beras dan jagung).

"MoU ini terkait perdagangan dan pemasaran produk olahan pertanian, industri kecil, dan ekonomi kreatif lainnya yang dihasilkan oleh koperasi, usaha kecil dan menengah (UKM). Selain itu juga meliputi investasi real estate dan properti," kata Syahrul.

Menurutnya, pemerintah Sulsel dan pengusaha Arab Saudi ingin mewujudkan kerja sama perdagangan dan investasi yang memberikan keuntungan dan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan bersama.

"Sulawesi Selatan merupakan produsen kopi terbaik di dunia dengan kapasitas produksi 52.000 ton per tahun yang diekspor ke Jepang. Dari Jepang akhirnya kopi Sulawesi Selatan ini diekspor ke seluruh dunia," kata Syahrul.

Selain berkunjung ke rumah makan, rombongan Sulawesi Selatan juga berkunjung ke Rumah Sakit Medical Complex Sarh yang juga merupakan milik Mohamed.

Menurut Syahrul, Mohammed sangat tertarik melakukan peningkatan volume perdagangan dan investasi khususnya di bidang pertanian, real estate, dan pembangunan rumah sakit di wilayah Sulawesi Selatan.

Selain kerja sama perdagangan dan investasi, Mohamed juga siap untuk memberikan pelayanan bagi jamaah umroh dari Sulawesi Selatan meliputi pelayanan transportasi, katering, pemondokan jamaah, dan pelayanan kesehatan melalui Rumah Sakit Medical Complex Sarh.

"Kami akan mendukung dan memfasilitasi secara penuh pengusaha Arab Saudi yang berniat untuk melakukan investasi di bidang properti, rumah sakit, serta sarana dan prasarana lainnya yang dibutuhkan oleh Pemerintah Sulawesi Selatan," kata Syahrul.

Syahrul menyatakan, Pemerintah Sulawesi Selatan berharap pihak Al-Kahfut For Achievment Est dapat merealisasikan rencana investasi pembangunan Rumah Sakit di Sulawesi Selatan dengan model yang sama dengan rumah sakit di Makkah. (PR)

 

 

Editor : Melki Pangaribuan


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home