Loading...
INSPIRASI
Penulis: Eliana Setyanti 01:00 WIB | Minggu, 27 September 2015

Hukuman yang Mendidik

Hukuman tidak selalu berakibat negatif, asal dilakukan dengan baik serta mempuyai tujuan baik.
Foto: istimewa

SATUHARAPAN.COM – Anak sulung saya, laki-laki, berumur 7 tahun. Sebagaimana anak zaman sekarang, ia sudah memiliki kemampuan membuka segala jenis alat elektronik, semisal telepon genggam, laptop, dan gawai lainnya. Selain itu, kesenangannya melihat siaran televisi sangat kuat, sehingga sering lupa akan tugas utamanya, yakni belajar. 

Saya sadar, apa yang terjadi dalam perkembangan anak saya wajar untuk zamannya, namun tidak begitu baik untuk kami sebagai orangtua. Oleh karena itu, kami mencoba mendiskusikan ini kepada suami tentang bagaimana memberi ”hukuman” yang mendidik untuk anak kami dengan tujuan juga sebagai teladan bagi adik-adiknya. Maka, kami pun menemukan cara menghukum yang mendidik itu.

Setiap kali kami ke kota, kami selalu mampir ke toko buku di kota kami untuk membeli buku. Buku yang kami beli itu akan kami berikan untuk dibaca anak sulung kami jika kedapatan melakukan kesalahan yang lumayan berat, baik di rumah, sekolah, maupun di lingkungan masyarakat. Kesalahan berat ini adalah berkelahi, menghabiskan uang jajan, tidak membereskan tempat tidur setelah tidur, tidak mencuci piring setelah makan, dan tidak mencuci sepatu setiap hari sabtu.

Adapun kesepakatan kami adalah,jika kedapatan melakukan kesalahan tadi, maka anak kami harus membaca buku dalam satu tema untuk kemudian diceriterakan ke kami sekeluarga. Selain itu,dalam urusan bahasa Inggris, hukumannya adalah menyalin sebuah tema dari buku bacaan dengan tulisan tangan. Awalnya, kami kasihan kepada anak kami, namun lama-kelaman, justru membuat anak kami bertanggung jawab dan kreatif, serta senang membaca buku.

Ternyata, hukuman tidak selalu berakibat negatif, asal dilakukan dengan baik serta mempunyai tujuan baik. Menghukum anak tidak  harus dengan kekerasan, melainkan bisa dengan sesuatu yang membangun. Saya sadar, metode ”pendidikan hukuman” ini tidak sempurna, namun setidaknya bisa menjadi pertimbangan untuk siapa saja.

Selamat memberikan hukuman yang mendidik!

 

Editor: ymindrasmoro

Email: inspirasi@satuharapan.com


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home