Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yohanes Probo Sasongko 01:00 WIB | Rabu, 13 Agustus 2014

Iman dan Rasio

Thomas Aquinas (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – Menurut Thomas Aquinas, filsuf sekaligus rohaniwan abad ke-13, iman dan rasio adalah dua hal yang tidak mungkin bertentangan. Keduanya dapat saling menopang karena keduanya berasal dari Allah. Artinya melalui rasio, kita berupaya mengkaji, meneliti, mencari sebab-akibat, berpikir dan sebagainya untuk sampai pada pemahaman tertentu. Sementara dalam iman, kita menerima hal yang tidak dapat kita pikirkan, tetapi kita dapat merasakannya. Artinya kita menerima dengan kaca mata iman kita, bahwa ada Zat Tertinggi yang mengatur.

Thomas Aquinas menerangkan, wahyu diterima kebenarannya dalam iman. Misalnya, pengetahuan mengenai surga dan neraka. Semua konsep pengetahuan itu memang berada di luar batas-batas akal budi manusia. Namun, rambu yang yang harus diperhatikan, tidak boleh dikatakan bahwa iman itu bersifat irasional atau bertentangan dengan prinsip-prinsip akal budi, melainkan jauh melampauianya dan mengatasinya.

Dengan kata lain, semua pengetahuan yang  berasal dari wahyu besifat meta rasional (meta, Yunani: sesudah, di atas). Tetapi, meskipun rasio tidak dapat menguak dan mengurai misteri, ia dapat menopang dan memandu jalan menuju misteri. Dengan kata lain, pengetahuan dapat membantu meratakan  jalan  menuju misteri, sekaligus menolong orang beriman  secara lebih tepat memahami, menghayati dan menyelami kebenaran imannya dengan penuh rasa tanggung jawab.

Thomas Aquinas mengajak kita sampai pada kesadaran, adanya dua macam pengetahuan yang tidak bertentangan, berseberangan dan masing-masing berdiri sendiri, yakni pengetahuan alamiah dan pengetahuan iman. Pengetahuan alamiah merupakan pengetahuan yang berlandaskan dan bersumber pada terang rasio dan sekaligus memiliki sarana pada hal-hal yang bersifat insani dan umum. Sementara pengetahuan iman adalah pengetahuan yang berdasarkan wahyu adikodrati dan sasarannya tertuju pada hal-hal yang terkait dengan Allah.

Karena itu, mampu dan maukah kita memberdayakan iman dan rasio kita untuk lebih mendekati Allah. Memakai dan memaknai pengetahuan ini secara lebih baik, dan lebih dari itu, bersediakah kita untuk selalu tertuju kepada Allah?

 

Editor: ymindrasmoro

Email: inspirasi@satuharapan.com


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home