Loading...
EKONOMI
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 14:16 WIB | Selasa, 18 Juni 2013

Indonesia - Papua Nugini Kerjasama Eksplorasi Migas Perbatasan

Penandatanganan kerjasama Energi Indonesia - Papua Nugini (17/6) (foto: setkab.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Indonesia dan Papua Nugini (PNG) telah menandatangani kesepakatan kerjasama antar kedua negara dalam bidang energi, Senin (17/6). Indonesia dan PNG harus mengadakan kerjasama dalam ekplorasi minyak dan gas, serta mineral di wilayah perbatasan kedua negara. Selain minyak dan gas, PNG juga ingin mendapatkan listrik dari Indonesia, dan ingin berinvestasi listrik di Indonesia untuk dikirimkan ke negaranya.

Penandatanganan kerjasama (MoU) dilakukan menteri ESDM dan Menteri Pertambangan PNG Byron Chan dengan disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden PNG Peter Charles Paire O'Neill di Istana Merdeka. Perdana Menteri PNG mengadakan kunjungan kenegaraan ke Indonesia, utamanya untuk meningkatkan hubungan bilateral melalui penyusunan suatu kerangka kerja sama melingkupi berbagai bidang.

MoU Kerja Sama bidang energi ini, salah satu dari 11 MoU yang ditandatangani oleh kedua negara, di antaranya tentang perjanjian ekstradisi, perjanjian dasar tentang pengaturan perbatasan, dan perjanjian angkutan udara.

"Kami sepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral kami, menjadi kemitraan komprehensif. Dengan demikian kedua negara memiliki peluang untuk mengembangkan kerja sama yang lebih luas lagi," kata Presiden SBY mengawali pernyataan pers bersama.

Menteri ESDM, Jero Wacik menambahkan, kerja sama ini diutamakan untuk daerah perbatasan yang diperkirakan memiliki kandungan sumber energi migas dan mineral cukup besar. Namun, hingga kini upaya eksplorasi di daerah tersebut masih cukup minim dilakukan.

Papua Nugini saat ini sudah mulai melakukan ekplorasi. "Kalau di Timur ketemu, Barat kebagian. Di bawahnya kan jadi satu (reservoir). Itu ada hitungannya. Itu namanya unitisasi. Tapi saat ini yang penting ekplorasi dulu, kita dorong bersama sehingga menghasilkan gas dan minyak untuk masa depan," kata Jero Wacik.

Papua Nugini, kata Jero Wacik, telah ada investasi Exxon sebesar 17 miliar dollar AS yang sudah hampir berproduksi. Sementara itu, lanjutnya, di sebelah barat yaitu di wilayah Indonesia mulai ada kegiatan eksplorasi yang dikelola Conoco Phillips.

"Di perbatasan itu ada banyak minyak dan gas. Kita (Indonesia dan Papua Nugini) mau hidupkan kerja sama di bidang ini," kata Jero Wacik.

(setkab)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home