Loading...
INSPIRASI
Penulis: Juppa Haloho 11:49 WIB | Minggu, 22 Juni 2014

Integritas

Foto: istimewa

SATUHARAPAN.COM – Salah satu kualifikasi penting seorang pemimpin adalah integritas. Seorang pemimpin yang diikuti pasti seorang yang berintegritas. Seorang yang berkata-kata sesuai dengan keyakinannya serta bertindak sesuai dengan apa yang dikatakannya. Seorang yang hidupnya terbuka dipertimbangkan semua orang baik di ranah privat ataupun publik.

Henri Nouwen menyebutkan tiga godaan pemimpin: menjadi relevan, hebat, dan berkuasa. Pada dasarnya ketiga hal itu merupakan tugas pemimpin. Bagaimana mungkin seorang pemimpin diikuti jika ia tidak relevan bagi hidup orang lain? Bagaimana pula ia akan diikuti jika orang tidak percaya bahwa ia sanggup menyelesaikan masalah yang ada? Bagaimana ia disebut berkuasa jika ia tidak relevan dan hebat?

Di sisi lain ketiga hal itu dapat menjatuhkan seorang pemimpin. Demi popularitasnya—karena ia relevan, hebat, dan berkuasa—seorang pemimpin menciptakan sebuah citra yang sebenarnya bukan dirinya. Ia mengucapkan kata-kata yang sebenarnya tidak bisa atau tidak akan ia kerjakan. Ia mengerjakan sesuatu yang tidak ia suka demi dilihat orang lain. Ketika orang banyak mengetahui sandiwara yang ia mainkan, semua orang akan meninggalkan dia. Dia pemimpin yang ditolak bahkan dibenci.

Di masa kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden, bahkan jauh sebelumnya, rakyat Indonesia menantikan figur pemimpin berintegritas. Seorang yang bukan berpura-pura melakukan blusukan. Seorang yang bukan mengucapkan janji manis kepada golongan masyarakat tertentu hanya untuk mengambil suara mereka. Seorang yang tindakannya selaras dengan ucapannya. Seorang yang tidak mengejar popularitas dengan kebohongan.

 

Editor: ymindrasmoro

Email: Inspirasi@satuharapan.com


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home