Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 11:38 WIB | Minggu, 24 Maret 2024

Israel: 170 Pria Bersenjata Tewas dalam Serangan di Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza

Pengungsi Palestina berkumpul di halaman rumah sakit Al-Shifa Gaza pada 10 Desember 2023, ketika pertempuran terus berlanjut antara Israel dan kelompok militan Hamas di wilayah Palestina. (Foto: dok. AFP)

YERUSALEM, SATUHARAPAN.COM-Pasukan Israel yang bertempur di Gaza telah menewaskan lebih dari 170 pria bersenjata dalam serangan berhari-hari mereka di rumah sakit utama di wilayah kantong Palestina tersebut, kata militer pada hari Sabtu (23/3).

Pasukan Israel memasuki Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza pada hari Senin (18/3) dini hari dan menyisir kompleks yang luas tersebut, yang menurut militer terhubung dengan jaringan terowongan yang digunakan sebagai markas Hamas dan pejuang Palestina lainnya.

“Sejauh ini, pasukan berhasil memusnahkan lebih dari 170 teroris di area rumah sakit, menginterogasi lebih dari 800 tersangka, dan menemukan sejumlah senjata dan infrastruktur teror,” kata militer.

Al-Shifa, rumah sakit terbesar di Jalur Gaza sebelum perang, kini menjadi salah satu dari sedikit fasilitas kesehatan yang bahkan beroperasi sebagian di bagian utara wilayah tersebut, dan juga menampung warga sipil yang kehilangan tempat tinggal.

Lebih dari 350 pejuang dan militan Hamas sejauh ini telah ditahan di rumah sakit tersebut, jumlah terbesar yang ditangkap pada saat yang sama sejak perang dimulai pada bulan Oktober, kata militer pada hari Kamis (21/3).

Hamas dan staf medis menyangkal bahwa rumah sakit tersebut digunakan untuk tujuan militer atau untuk melindungi para pejuang.

Dalam beberapa hari terakhir, juru bicara Hamas mengatakan bahwa korban tewas yang diumumkan dalam pernyataan Israel sebelumnya bukanlah pejuang, melainkan pasien dan orang-orang terlantar dan menuduh Israel melakukan kejahatan perang.

Militer Israel, yang kehilangan dua tentaranya dalam pertempuran di rumah sakit tersebut, mengatakan pihaknya mencegah terjadinya kerugian terhadap warga sipil, pasien, dan staf medis di sana.

Reuters tidak dapat mengakses rumah sakit dan memverifikasi akun mana pun.

Israel menghadapi kritik keras pada November lalu ketika tentara pertama kali menggerebek rumah sakit tersebut. Pasukan menemukan terowongan di sana, yang menurut mereka digunakan sebagai pusat komando dan kendali Hamas. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home