Loading...
DUNIA
Penulis: Bayu Probo 08:39 WIB | Kamis, 15 Mei 2014

Jerman: UE Turut Jerumuskan Ukraina dalam Krisis

Separatis di Luhansk menyatakan sebagai "negara berdaulat" setelah referendum Minggu (11/5). (Foto: bbc.co.uk/AFP)

BERLIN, SATUHARAPAN.COM – Uni Eropa (UE) turut bersalah atas krisis Ukraina dengan awalnya menciptakan kesan Kiev harus memilih antara Rusia dan UE, ujar wakil kanselir Jerman pada Rabu (14/5).

Sigmar Gabriel, yang juga menteri perekonomian dan energi, menekankan bahwa pihaknya juga tidak membenarkan intervensi Presiden Rusia Putin di bekas negara satelit Soviet itu.

“Tentu saja, UE juga membuat kesalahan, namun itu tidak membenarkan perilaku Rusia,” kata Gabriel kepada harian Rheinische Post, merujuk pada tawaran Brussels atas sebuah perjanjian asosiasi kepada Kiev pada tahun lalu.

“Pastinya tidak bijak untuk menciptakan kesan di Ukraina bahwa mereka harus memilih antara Rusia dan UE. Namun lagi-lagi: Itu sama sekali bukan sebuah justifikasi untuk menjerumuskan sebuah negara ke dalam kekacauan.”

Mantan kanselir Jerman Gerhard Schroeder, seorang anggota partai Sosial Demokrat tengah-kiri seperti Gabriel dan seorang rekan Putin, memicu kontroversi dengan mengatakan “kesalahan fundamental” terletak pada UE, yang “mengabaikan bahwa Ukraina merupakan negara yang sangat terbelah secara kultur.”

Gabriel, dalam komentar yang diterbitkan pada Rabu saat pembicaraan “yang melibatkan semua pihak” (roundtable) secara nasional yang akan dimulai di Ukraina, mengatakan “kuncinya terletak di Rusia, dengan Presiden Putin” akan menyelesaikan krisis tersebut. (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home