Loading...
EKONOMI
Penulis: Prasasta Widiadi 11:53 WIB | Selasa, 14 April 2015

JK: Diversifikasi Energi Terkendala Lahan Pangan dan Energi

Wakil Presiden Yusuf Kalla. (Foto: Dok. satuharapan.com/Dedy Istanto)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan diversifikasi energi di Indonesia terkendala dengan penggunaan lahan tanaman pangan yang digunakan antara pemenuhan kebutuhan pangan dan untuk memenuhi tantangan energi terbarukan khususnya Bahan Bakar Nabati (BBN)

Menurut JK, petani akan menemui kendala dalam menentukan apakah akan menanam produk pangan ataukah tanaman industri untuk energi.

“Bahan Bakar Nabati bagus untuk kita tetapi teorinya kita harus melihat bahwa saat ini terkendala dengan fuel vs food. Begitu harga kelapa sawit naik para petani kelabakan,” kata Wapres dalam Seminar Indonesia dan Diversifikasi Energi Menentukan Arah Kebijakan Energi Indonesia yang berlangsung di Flores Ballroom, Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (14/4).

 Wapres menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan diversifikasi energi dan pemerintah menginginkan adanya penggunaan energi terbarukan.     

Dalam acara tersebut dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Tumiran salah satu Anggota Unsur Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional  (AUPK DEN).

Wapres menjelaskan diversifikasi energi penting karena harus ada alternatif energi harga bahan bakar minyak (BBM) karena saat ini BBM sangat terpengaruh oleh kondisi politik suatu bangsa. 

“Begitu ada perang naik, kalau ada damai langsung turun lagi, dan kemudian orang berbicara tentang lingkungan,” kata Wapres.

Wapres menambahkan bahwa saat ini penyediaan Bahan Bakar Nabati di Indonesia terkendala harga yang mahal, keterbatasan lahan untuk pangan, dan fleksibilitas.

“Batubara adalah energi paling murah dan paling fleksibel saat ini, jadi kita bisa lihat PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap)  didirikan di sebelah pantai, dan batubara ini sudah kita kenal sejak dulu tetapi ini memilki banyak batasan-batasan. Sekarang tentu dilakukan dengan hati-hati.” kata Wapres.

JK juga memberi contoh bahwa ada energi lain yang dapat dimanfaatkan Indonesia menjadi sumber listrik dari skala Industri dan untuk kepentingan rumah tangga antara lain tenaga air dan matahari.  

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home