Loading...
INSPIRASI
Penulis: Trisno S Sutanto 00:00 WIB | Minggu, 29 Desember 2013

Kasih Tak Bersyarat

Brenda Schmitz (Foto: CNN)

SATUHARAPAN.COM – Mungkin tak pernah ada kado Natal yang lebih baik ketimbang yang diterima David Schmitz. Suatu hari, stasiun radio lokal di kota Des Moines, Iowa, mengundangnya datang karena ada seseorang yang mengirim surat permintaan pribadi baginya.

 “Saya bertanya dari mana,” ujar David, “namun mereka tidak mengatakan apa-apa, kecuali bahwa permintaan ini sangat personal.”

Jadi ia pun datang. Dan Colleen Kelly, penyiar radio itu, membacakan sebuah surat: “Alasanku menulis surat ini adalah karena aku memiliki permintaan terakhir untuk David, anak-anak, dan perempuan serta keluarganya, jika ia memiliki anak. Aku ingin mereka tahu bahwa aku sangat mencintai mereka.”

Mulanya David tak tahu siapa penulis surat misterius itu, sampai Colleen memberitahu bahwa surat itu dari Brenda, istri David. Brenda menulis surat permintaan terakhir itu sebulan sebelum ia meninggal karena kanker rahim, dua tahun lalu. Namun Benda meminta agar teman-temannya mengirimkan surat itu ke stasiun radio lokal hanya saat David, suaminya, menemukan perempuan lain yang akan mendampingi sisa hidupnya. Ketika akhirnya, pada September lalu David meminta Jayne Abraham untuk menikahinya, teman Brenda pun segera mengirim surat itu ke stasiun radio lokal.

“Seminggu lalu, sebuah surat anonim kami terima,” ujar Scott Allen, manajer stasiun radio itu. “Kami memiliki program Star 102.5 Christmas Wish selama 20 tahun, dan saya tidak pernah menerima permintaan seperti surat Brenda. Semua orang tersentuh oleh surat itu.”

David mengaku terkejut, walau dia tahu itu pasti dari Brenda. “Itulah Brenda, selalu berpikir ke masa depan,” ujarnya. “Menjelang ia meninggal, kami berbicara panjang. Ia memintaku mencari perempuan lain yang akan mencintai dan mampu merawat anak-anak kami seperti dirinya. Aku bertanya padanya, bagaimana aku akan tahu itulah perempuan yang diinginkannya? Kata Brenda, aku akan tahu sebab dia akan ada di sana.”

Dan Brenda memenuhi janjinya. Ketika David dan Jayne mulai berpacaran, Jayne sering bertanya mengapa ada gambar pelangi dalam foto Brenda dengan Max, anaknya. “Lagu yang paling disukai Brenda dan Max adalah ‘Over the Rainbow’. Mereka kerap menyanyikannya bersama,” ujar David. “Pada hari Brenda meninggal, jam baru menunjukkan pkl 7:07 pagi. Dalam lima minggu terakhir tidak ada hujan sama sekali. Tetapi pagi itu, tiba-tiba muncul dua pelangi di langit, yang menurut para pengamat cuaca sungguh aneh.”

Ia mengisahkannya pada Jayne. Setelah mendengar cerita David, Jayne memperlihatkan foto pelangi ganda yang ada di HP-nya. Saat itu pula, kata David, ia tahu bahwa Jayne adalah orang yang diinginkan Brenda bagi dirinya.

Surat itu menyentuh hati Jayne, terutama pesan Brenda bahwa ia akan “selalu mencintai mereka” dan harapannya bahwa mereka “akan selalu merasa aman di tengah penderitaan dunia.”

“Kasih Brenda sungguh tak bersyarat,” kata Jayne.

Dan surat Brenda, seperti dilaporkan CNN baru-baru ini, menjadi bahan perbincangan ramai bukan hanya di Des Moines, Iowa, tapi di seluruh Amerika saat Natal tiba.

editor: ymindrasmoro

email: inspirasi@satuharapan.com


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home