Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 10:48 WIB | Senin, 19 Oktober 2015

Kekeringan masih Melanda Berbagai Wilayah di Indonesia

Kekeringan masih Melanda Berbagai Wilayah di Indonesia
Seorang ibu rumah tangga warga Kampung Cemplon, Petir, Kabupaten Serang, Banten mengambil air di sumur resapan irigasi sawah yang sudah mengering, Sabtu (17/10). Data BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Banten mencatat Daerah Darurat Bencana Kekeringan dan Krisis Air Bersih di Banten terus bertambah dari 125 desa (September) kini menjadi 164 desa yang tersebar di 78 Kecamatan. ANTARA FOTO/ Asep Fathulrahman
Kekeringan masih Melanda Berbagai Wilayah di Indonesia
Warga mengambil air dari galian di dasar Sungai Anak Bengawan Solo yang mengering di Desa Cantel, Ngawi, Jawa Timur, Jumat (16/10). Badan Meterologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Juanda memperkirakan puncak musim kemarau di Indonesia khususnya di wilayah Jawa Timur akan mencapai puncaknya pada pertengahan Oktober 2015 dengan suhu mencapai 35 derajat celcius. ANTARA FOTO/ Ari Bowo Sucipto
Kekeringan masih Melanda Berbagai Wilayah di Indonesia
Warga mengambil air dari sebuah sumur di Pegagan, Pademawu, Pamekasan, Jatim, Jumat (16/10). Kemarau panjang tahun ini menyebabkan warga di daerah itu semakin kesulitan mendapatkan air bersih. ANTARA FOTO/ Saiful Bahri
Kekeringan masih Melanda Berbagai Wilayah di Indonesia
Foto aerial sungai yang kering di Kabupaten Timur Tengah Selatan, NTT, Kamis (8/10). Data Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) menyebutkan NTT merupakan salah satu dari 16 provinsi di Indonesia yang mengalami kekeringan paling parah tahun ini. ANTARA FOTO/ Kornelis Kaha
Kekeringan masih Melanda Berbagai Wilayah di Indonesia
Warga mengairi sawah yang mengering menggunakan selang di Desa Malebo, Kandangan, Temanggung, Jateng, Kamis (8/10). Petani setempat terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa mesin penyedot air sebesar Rp100.000 per hari ditambah bahan bakar 15 liter per hari untuk mengairi satu hektare lahan pertanian mereka. ANTARA FOTO/ Anis Efizudin
Kekeringan masih Melanda Berbagai Wilayah di Indonesia
Warga berada di sekitar tambak ikan yang mengering di kawasan lingkar Timur, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (6/10). Petambak membiarkan lahan tambak mengering karena buruknya kualitas air saat musim kemarau yang disebabkan meningkatnya kadar garam sehingga dapat membuat bibit ikan mati. ANTARA FOTO/ Umarul Faruq

DENPASAR, SATUHARAPAN.COM – Musim kemarau panjang membuat sejumlah wilayah di Indonesia mengalami kekeringan. Menurut Dr. Ir. Gede Sedana, pengamat pertanian, musim kemarau yang masih berlanjut sampai saat ini memberikan dampak kurang baik bagi para petani, khususnya lahan persawahan seperti yang dilansir dalam berita Antara, hari Rabu (14/10) lalu.

Terancam gagal panen membuat para petani kesulitan untuk memperoleh penghasilan, ujar Dekan Fakultas Pertanian Universitas Dwijendera, Denpasar, Bali itu, Ia memprediksi kondisi seperti ini bisa saja terjadi setiap tahun.

Melihat kondisi itu, kata dia, pemerintah sebagai pihak yang ikut bertanggung jawab saatnya mengambil langkah antisipatif untuk musim tanam berikutnya. Para petani harus dijamin kehidupannya yang bergantung dari kegiatan berusaha tani di lahan sawahnya. Kebijakan pemerintah harus pro-petani, dan tidak lagi hanya sebatas wacana.

Langkah pemerintah yang diperlukan adalah mengantisipasi kekeringan melalui pembangunan waduk, bendungan dan sejenisnya yang mampu menampung air untuk digunakan pada saat musim kemarau datang.

Untuk mewujudkan pembangunan fisik tersebut diperlukan peningkatan kapasitas pemerintah serta petani dan kelompok petani dalam kegiatan efisiensi operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, ujar Gede Sedana.

Berikut ini sejumlah wilayah di Indonesia mengalami kekeringan akibat kemarau panjang yang melanda beberapa bulan terakhir. (Ant)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home