Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 23:18 WIB | Selasa, 01 Oktober 2013

Kemenpora dan KOI Jadikan Kesuksesan ISG Sebagai Tolok Ukur SEA Games

Kemenpora dan KOI Jadikan Kesuksesan ISG Sebagai Tolok Ukur SEA Games
Lindswell, atlit wushu ikut menyumbang emas bagi Indonesia. (Foto-foto: kemenpora.go.id)
Kemenpora dan KOI Jadikan Kesuksesan ISG Sebagai Tolok Ukur SEA Games
Lindswell, atlit wushu.
Kemenpora dan KOI Jadikan Kesuksesan ISG Sebagai Tolok Ukur SEA Games
Angkat berat putri, menyumbang emas bagi Indonesia
Kemenpora dan KOI Jadikan Kesuksesan ISG Sebagai Tolok Ukur SEA Games
Basket Putri, salah satu cabang olahraga menyumbang emas bagi Indonesia
Kemenpora dan KOI Jadikan Kesuksesan ISG Sebagai Tolok Ukur SEA Games
Tenis putri, salah satu cabang olahraga yang ikut menyumbang emas bagi Indonesia.

PALEMBANG, SATUHARAPAN.COM – Sesaat setelah upacara penutupan Islamic Solidarity Games (ISG) 2013, Senin (1/10) di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo bersama dengan Ketua KOI (Komite Olimpiade Indonesia) Rita Subowo mengatakan bahwa kesuksesan Indonesia meraih gelar juara umum dalam ajang multi olahraga ini akan menjadi kesuksesan untuk ajang yang lebih besar lagi nantinya.

“Hasil tim Indonesia ini bisa menjadi acuan untuk menghadapi SEA Games di Myanmar nanti. Meski negara yang dihadapi di ajang ISG ini bukan lawan yang di SEA Games nanti, namun hasil pertandingan ini dipastikan bisa menjadi evaluasi bagi para pelatih,” kata Roy Suryo.

Roy Suryo melanjutkan bahwa target di SEA Games nantinya akan menjadi tolok ukur di SEA Games, karena ada banyak hal yang masih harus dievaluasi bersama dengan KOI.

“Mengenai hasil ISG ini untuk SEA Games di Myanmar nanti, kita akan tetap menargetkan untuk mendapatkan 140 medali. Semoga hasil ini bisa dijadikan evaluasi. Sekali lagi sukses ISG ini harus kita berikan apresiasi yang luar biasa. Dari target 10 besar, ternyata kita bisa juara umum," kata Menpora.

Menpora Roy Suryo bersama Presiden Islamic Solidarity Games Federation (ISSF) Pangeran Nawwaf bin Faisal bin Abdul Aziz,  Ketua KOI Rita Subowo dan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin hari Selasa (1/10) malam resmi menutup Islamic Solidarity Games 2013 di Stadion Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.

Roy Suryo mengatakan bahwa ISG 2013 dapat terselenggara mulai dari pembukaan, pertandingan hingga penutupan hari ini adalah berkat kerja sama banyak pihak dan para atlet dan oficial dari negara-negara tamu telah berpartisipasi dengan baik.

“Berkat doa dan dukungan semua pihak ISG bisa dilaksanakan dengan lancar. Para atlet sudah melakukan yang terbaik. Sebagai penanggung jawab ISG, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak termasuk ISSF yang sudah memberikan kepercayaan kepada Indonesia,” kata mantan anggota DPR tersebut.

Pada kesempatan terpisah, Menpora mengapresiasi para atlet Indonesia yang dapat menjadi juara umum dengan 36 medali emas 35 perak dan 34 perunggu yang diraih pada klasemen akhir, jauh meninggalkan Mesir, Turki dan Iran.

“Alhamdulilah kita bisa menjadi juara umum melampaui target 10 besar. Terwujudnya prestasi ini bukan karena kelompok atau golongan melainkan berkat kerja keras dan perjuangan para atlet serta dukungan semua masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat dari Palembang," tambah Menpora.

Pada bagian akhir upacara penutupan ISG 2013 bendera Islamic Solidarity Games diserahkan ke perwakilan Azerbaijan, selaku penyelenggara ISG selanjutnya pada tahun 2017.  

Hingga beberapa jam sebelum upacara penutupan ISG 2013, Indonesia dinyatakan sebagai juara umum karena telah meraih 36 medali emas 35 perak dan 34 perunggu, sedangkan di peringkat kedua di pegang oleh Iran dengan, 30 emas, 17 perak dan 12 perunggu. Selanjutnya peringkat ketiga dipegang oleh Mesir dengan torehan 26 emas, 28 perak dan 28 perunggu. (kemenpora.go.id/3rdisgindonesia.com)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home