Loading...
SAINS
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 23:50 WIB | Kamis, 09 Oktober 2014

Kemenpu Siapkan Desain Keamanan Tanggul Laut Raksasa

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung (kanan) memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (tengah) serta sejumlah staf kementerian terkait di gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/10). Rakor Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) tersebut membahas mengenai pembangunan tanggul raksasa (giant sea wall) atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Kementerian Pekerjaan Umum akan menyiapkan desain yang menyangkut keamanan dalam pembangunan tanggul laut raksasa atau "National Capital Integrated Coastal Development" (NCICD) yang akan dibangun sepanjang 32 kilometer membentang dari perairan bagian Utara Provinsi Banten, DKI Jakarta hingga Jawa Barat. 

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (9/10) mengatakan kriteria desain tersebut, antara lain desain tinggi gelombang dengan kala ulang 1.000 tahun, tinggi elevasi mercu tanggul yang harus sama dan mampu mengatasi problema kenaikan muka air laut dan penurunan tanah hingga Tahun 2030.

Selain hal tersebut, lanjut Hermanto, tim kerja NCICD juga telah menyiapkan beberapa alternatif desain tanggul sesuai dengan penggunaan dan karakteristik masing-masing ruas pantai yang menjadi properti masyarakat.

Kegiatan awal perkuatan tanggul laut, kata Hermanto, merupakan langkah awal dari Phase A program NCICD, meliputi pembuatan tanggul laut sepanjang 32 km, revitalisasi waduk-waduk atau kolam retensi banjir dan pompa-pompa tampungan banjir serta peningkatan kapasitas sungai dan perbaikan muara-muara sungai.

"NCICD bertujuan untuk memecahkan permasalahan, memulihkan dan meningkatkan ketahanan Lingkungan Ibu Kota Negara Republik Indonesia secara terintegrasi. Tercakup dalam kegiatan ini adalah upaya untuk memecahkan masalah transportasi dan kebutuhan ruang," katanya. 

Hermanto menambahkan bersamaan dengan kegiatan awal perkuatan tanggul laut, Kementerian PU juga telah mulai melaksanakan upaya pengendalian penurunan muka tanah di DKI Jakarta akibat pengambilan air tanah dalam yang berlebih.

"Kegiatan ini berupa inisiasi penambahan pasokan debit air minum ke DKI Jakarta sebesar lima m3/detik dan pemulihan air tanah dalam (aquifer storage recovery), dan selanjutnya akan ditingkatkan menjadi 10 m3/detik dengan air baku yang diambil dari Saluran Tarum Barat," katanya.

Minta dukungan 
Untuk itu, ia meminta dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bekasi untuk penerapan desain dan pelaksanaan tanggul laut tersebut dengan baik serta pelaksanaan pembangunannya dapat diselesaikan pada 2017 mendatang.

Kementerian PU juga mulai melaksanakan investigasi karakteristik geologi teknik dan pemodelan "land subsidence" serta melaksanakan pengukuran bathimetri perairan Teluk Jakarta dan pemodelan respon morfologi pantai, dan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup, Kementerian PU juga melakukan kajian penataan ruang dengan menerapkan prinsip "Building with Nature by Integrating Land in the Sea and Water in the Old and New Lands".

NCICD dicanangkan pada Kamis (9/10) bersama dengan Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana, Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Plt Gubernur Banten Rano Karno.

Pencanangan NCICD sebetulnya telah dimulai sejak 2007 melalui kerjasama Kementerian PU dan Kementerian Lingkungan Hidup, dengan Kementerian Infrastruktur dan Lingkungan, Belanda dengan nama kegiatan Jakarta Coastal Development Strategy (JCDS). (Ant


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home