Loading...
DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 01:21 WIB | Minggu, 24 November 2013

Korban Tewas Ledakan Pipa Minyak di China Jadi 47

Lokasi ledakan pipa minyak milik Sinopec di China. (Foto: foxnews.com)

BEIJING, SATUHARAPAN.COM - Perusahaan kilang minyak terbesar di China hari Sabtu (23/11) meminta maaf atas ledakan pipa minyak yang menewaskan 47 orang dan melukai 136 orang lainnya. Kecelakaan ini menjadi salah satu kecelakaan industri terburuk di China tahun ini.

Proyek ekspansi petrokimia Sinopec sebelumnya sudah mendapat perlawanan dari anggota masyarakat karena alasan lingkungan, dan ledakan di hari Jumat (22/11) di kota pelabuhan timur Quingdao akan menambah kekhawatiran tentang keselamatan dan risiko lingkungan. Kecelakaan itu adalah yang paling mematikan yang melibatkan Sinopec.

Ledakan merobek lembaran trotoar, dan foto online menunjukkan tubuh, kendaraan terbalik dan jendela hancur di gedung-gedung di dekatnya. Asap hitam naik di atas silo bahan bakar raksasa dan membuat gelap area sekitarnya.

Pipa saluran minyak milik Sinopec pecah dan bocor selama sekitar 15 menit. Tumpahan meluber ke jalan dan ke laut. Beberapa jam kemudian, pekerja membersihkan tumpahan, lalu minyak terbakar dan meledak di dua lokasi, demikian dikatakan pemerintah kota.

 Menurut pernyataan perusahaan, Fu Chengyu, pimpinan Sinopec, meminta maaf kepada publik Sabtu pagi. Dia mengatakan bahwa Sinopec akan berkolaborasi dengan kelompok investigasi Dewan Negara.

"Kami akan menyelidiki insiden tersebut dengan tanggung jawab penuh dan memberikan laporan tepat waktu," kata pernyataan Sinopec lain.

Sekitar 18.000 warga dievakuasi setelah ledakan, 136 orang dirawat di rumah sakit, dan 10 diantaranya dalam kondisi kritis, kata pemerintah kota.

The Beijing News mengutip komentar Gao, seorang penduduk mengatakan ia sedang mengemudi melewati distrik Huangdao Qingdao ketika ia merasakan kekuatan dari ledakan, lalu melihat tanah di depannya telah retak. Udara terasa menyengat, banyak mobil di kedua sisi jalan yang terbalik dan ada asap hitam membumbung, kata Gao.

"Rasanya seperti gempa bumi, dan saya kaget," kata Gao, menambahkan bahwa ada kekacauan di jalan dimana orang-orang berlarian panik ke segala arah.

Pihak berwenang mengesampingkan terorisme, insiden tersebut masih dalam penyelidikan, kata Gao.

Presiden Xi Jinping mendesak para pejabat lokal untuk terus mencari korban hilang, mengobati yang terluka dan menemukan penyebab dari kecelakaan itu, kata penyiar TV milik negara CCTV.

Ledakan ini merupakan kecelakaan industri kedua paling mematikan di China tahun ini, setelah kebakaran pabrik ayam di bulan Juni di Jilin yang menewaskan 121 orang. (foxnews.com)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home