Loading...
DUNIA
Penulis: Prasasta Widiadi 15:54 WIB | Senin, 20 Juli 2015

Korsel Sesali Penolakan Korut

Ilustrasi: Dalam foto yang diambil pada 16 Februari 2015 terlihat Menteri Pertahanan Korea Utara Hyon Yong-Chol (kanan) berdiri di samping Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un (depan kiri) di Istana Kumsusan di Pyongyang. Menteri Pertahanan Korea Utara Hyon Yong-Chol dieksekusi dengan senjata pertahanan antipesawat karena tidak loyal dan tidak menghormati Pemimpin Kim Jong-Un, ungkap badan intelijen Korea Selatan pada 13 Mei 2015. (Foto: AFP / Yonhap)

SEOUL, SATUHARAPAN.COM – Korea Selatan (Korsel) menyuarakan penyesalannya atas penolakan Korea Utara (Korut) mengenai tawaran  melakukan pembicaraan di berbagai tingkatan saat kedua negara itu bersiap untuk memperingati ulang tahun ke-70 pembebasan Semenanjung Korea dari penjajahan Jepang.

“Kami merasa sangat menyesalkan bahwa Korut menolak tawaran, dan meremehkan upaya kami untuk berdialog," kata juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel, Jeong Joon-Hee, pada Senin (20/7).

Pekan lalu, juru bicara parlemen Seoul Chung Ui-Hwa telah menggunakan peringatan 15 Agustus sebagai tonggak untuk menawarkan pembicaraan dengan timpalannya dari Korut, Kim Yong-Nam.

Pada hari yang sama, Kementerian Pertahanan Korsel meminta Pyongyang untuk menghadiri Dialog Pertahanan Seoul pada September, sebuah forum keamanan yang diikuti 30 negara termasuk Amerika Serikat dan Tiongkok yang juga telah diundang. Tapi Korut menolak kedua usulan itu pada akhir pekan, dan menyebut itu sebagai upaya "tak tahu malu" untuk menyembunyikan kebijakan bermusuhan Seoul terhadap Korut.

“Kami berharap  Korut akan menanggapi tawaran kami untuk melakukan pembicaraan dan mengambil jalan untuk kemajuan hubungan antar-Korea," kata Jeong kepada wartawan.

Komite Korut untuk Reunifikasi Damai Korea, yang menangani hubungan lintas perbatasan, mengatakan bahwa latihan militer bersama Korsel dengan pasukan Amerika Serikat awal tahun ini mengungkapkan "kemunafikan" dari tawaran perdamaian itu.

Korut telah terbiasa mengecam latihan militer tahunan gabungan itu dan menyebut mereka sebagai latihan untuk perang.

Ketegangan lintas-perbatasan telah berkobar secara berkala tahun ini, dengan Korut melakukan serangkaian tes rudal balistik akibat marah terhadap latihan militer itu.

Dan Korut juga marah atas pembukaan kantor baru Perserikatan Bangsa Bangsa di Seoul bulan lalu  yang dipergunakan untuk memantau catatan hak asasi manusia Korut yang secara luas dikritik. (Ant/AFP)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home