Loading...
INDONESIA
Penulis: Reporter Satuharapan 17:49 WIB | Senin, 14 November 2016

LPA Indonesia: Trauma Korban Bom Lebih Berat

Tim Gegana Brimob Polda Kaltim mengamankan benda diduga sisa bom di lokasi ledakan di depan Gereja Oikumene Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11). Ledakan bom tersebut menyebabkan lima orang terluka yang semuanya merupakan masih anak-anak, empat diantaranya mengalami luka bakar parah dan seorang terduga pelaku peledakan berhasil ditangkap warga. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Indonesia Reza Indragiri Amriel mengatakan trauma yang dialami anak-anak korban bencana akibat ulah tangan manusia seperti bom di Samarinda lebih berdampak buruk daripada trauma akibat bencana alam.

"Karena itu, perlu penanganan yang komprehensif terhadap korban, khususnya anak-anak. Trauma, apa pun sumbernya niscaya menyakitkan," kata Reza melalui pesan singkat di Jakarta, Senin (14/11).

Sebagaimana anak yang mengandalkan orang tua sebagai pelindung, Reza menilai keluarga korban ledakan bom di Samarinda juga mengharapkan kehadiran otoritas terkait sebagai pemberi jaminan keamanan.

Semakin cepat dan efektif penanganan oleh otoritas berwenang dan langkah-langkah penanganan disaksikan keluarga korban, semakin solid pondasi bagi pemulihan kondisi anak-anak yang menderita trauma.

"Setelah kelompok-kelompok teror belakangan terindikasi melakukan perekrutan terhadap anak-anak, jangan sampai mereka kini menjadikan anak-anak sebagai sasaran," tuturnya.

Menurut Reza, siapa pun pelaku dan latar belakang agamanya, aksi peledakan bom terhadap gereja di Samarinda sama sekali tidak merefleksikan nilai-nilai religi.

"Dalam Islam misalnya, tidak dibenarkan melakukan perusakan terhadap rumah ibadah dan kekerasan terhada anak-anak, bahkan dalam situasi perang sekalipun," katanya.

Ledakan bom terjadi di Gereja Oikumene di Jalan Cipto Mangunkusumo RT 03, Nomor 37, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, pada Minggu (13/11) pagi sekitar pukul 10.15 WITA.

Kejadian itu menyebabkan lima orang terluka, empat di antaranya menderita luka bakar serius dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah IA Moeis Samarinda Seberang.

Salah seorang balita korban ledakan bom meninggal dunia pada Senin sekitar pukul 04.00 WITA akibat menderita luka bakar cukup parah. Korban bernama Intan Olivia Marbun (2,5) meninggal dunia di RSUD AW Sjahranie Samarinda. (Ant)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home