Loading...
INDONESIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 21:17 WIB | Kamis, 06 Juni 2013

Menag: Keanekaragaman Bukan untuk diperangi, Tetapi Dihormati

Menag Suryadharma Ali bersama Dir. Pusat Kajian Raja Abdullah Untuk Dialog Antar Agama, Faishal bin Abdurrahman, President Univ. Islam Madinah, Muhammad Ali al-Uqla, & Rektor UII Yogyakarta Edy Suandi Hamid pada Seminar Internasional Dialog Antar Agama & Kebudayaan, Jakarta, Selasa (4/6) (foto: kemenag.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan bahwa kerukunan antar umat beragama  di Indonesia memang ada konflik, tetapi tokoh agama dan masyarakat diminta tidak memanas-manasi keadaan hingga membuat suasana harmonis rusak.

“Tidak satu pun negara terbebas dari konflik, tetapi jangan mengompori suasana umat yang rukun,” kata Menag ketika memberi sambutan pada Dialog Antar Penganut Agama dan Kebudayaan untuk Kemanusiaan dan Perdamaian Dunia, di Jakarta, Selasa (04/06).

“Tunjukan kepada saya, negara mana yang terbebas dari konflik,” tambah Menag.

Karena itu, imbuh Menag, ada ajaran untuk umat agar bisa mengendalikan nafsu, mengendalikan amarah dan ajaran ikhlas. Bukan mengompori sehingga masalahnya menjadi besar dan timbul perpecahan.

Agama Islam, menurut Menag, sangat menghormati keanekaragaman. "Keanekaragaman yang ada bukan untuk diperangi, tetapi dihormati. Kekerasan bukan ajaran Islam, keperkasaan bukan di mata pedang, tetapi keperkasaan itu terletak pada ketaqwaan."

Dialog Antar Penganut Agama dan Kebudayaan untuk Kemanusiaan dan Perdamaian Dunia, diselenggarakan di Hotel Ritz Carlton, Jakarta atas kerja sama Universitas Islam Madinah, Pusat Raja Abdullah bin Abdul Aziz International untuk Dialog antar Penganut Agama dan Kebudayaan, Atase Agama, Pemerintah Arab Saudi, dan Universitas Islam Indonesia.

(kemenag.go.id)


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home