Loading...
DUNIA
Penulis: Prasasta Widiadi 07:43 WIB | Jumat, 06 Februari 2015

Mendagri Inggris Khawatir Gerakan Anti Semit Meluas di London

Kelompok pro Israel dan Yahudi. (Foto: ynetnews.com).

LONDON, SATUHARAPAN.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Inggris, Theresa May, mengutuk segala insiden bernada kebencian dan kekerasan bermotifkan anti Yahudi dan Semit. May menyebut bahwa menyerang warga Yahudi berarti menyerang seluruh Inggris.

"Inggris tanpa warga Yahudi tidak akan menjadi Inggris," kata May, seperti The Telegraph pada Kamis (5/2).  

Menanggapi insiden ini, pihak Kepolisian Metropolitan London berjanji akan meningkatkan keamanan bagi komunitas Yahudi. Sementara itu, Kepolisian wilayah Manchester mengaku sudah meningkatkan patroli. Pasca serangan militer Israel ke Gaza, jumlah insiden anti-Semitisme di Inggris meningkat dua kali lipat.

Diberitakan yang mengutip data Community Security Trust (CST) bahwa ada 1.168 insiden anti-Semit pada 2014, meningkat 118 persen dari 2013.

CST menyebut ketakutan umat Yahudi di Inggris meningkat karena berbagai tindakan ekstrem mulai dari pelecehan verbal, kekerasan fisik, hingga penghinaan terhadap makam leluhur warga Yahudi.

Laporan CST menunjukkan puluhan kasus penganiayaan dimotori oleh kombinasi antara Islamis, rasis, dan motivasi anti-Israel ekstrem. Termasuk di dalamnya ancaman dan penghinaan, penganiayaan anak di jalan, dan guyonan mengenai pembunuhan Yahudi.

Beberapa insiden yang disorot oleh CST adalah kasus pengukiran lambang swastika di batu nisan di pemakaman Yahudi Kota Manchester, Februari 2014. Selain itu, pada September seorang pria dipukuli hingga babak belur dengan kaca dan tongkat baseball disertai olokan anti-Semit.

Jumlah serangan meningkat tajam pada bulan  musim panas, ketika Israel meluncurkan serangan ke Gaza. Namun, laporan CST menunjukkan bahwa tingkat insiden sudah melebihi batas rata-rata di semester pertama 2014.

Manchester dan London adalah dua kota dengan lonjakan insiden anti-Semit tertinggi. Menurut CST, insiden di London melonjak 137 persen, sementara di Manchester meningkat 29 persen.(telegraph.co.uk). 

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home