Loading...
INSPIRASI
Penulis: Daniel Santoso 01:00 WIB | Jumat, 20 Juni 2014

Miris

Foto: istimewa

SATUHARAPAN.COM – Betapa miris hati ini saat melihat dan mendengar berulang-ulang segala berita kejahatan yang terus terjadi di bumi tercinta ini. Mulai dari perkara politik yang penuh kecurangan, korupsi yang mengakar dalam dan menyentuh segala lapisan, hingga penyiksaan kepada sesama manusia.

”Mengapa seseorang mau berbuat jahat?” tanya saya dalam hati. Dan, saya tersentak saat mencoba menjawabnya.  Sesungguhnya, semua orang memang tega menjahati sesamanya. Tengoklah berbagai kejadian berikut yang sekilas terlihat remeh: Menyerobot antrean, menyalip kendaraan lain, menerobos lampu merah, berkendara melawan arah, menggosipkan kejelekan orang, datang terlambat, membuang sampah sembarangan, kurang bayar, lupa janji, asal ngomong, dan masih banyak lagi.

Meski segala tindakan itu terasa sederhana, sebenarnya tetap kejahatan. Suatu tindak kesewenang-wenangan yang pasti berujung pada penderitaan bagi manusia lain.

Akibat disalib, supir sebuah bus penuh penumpang kehilangan kendali dan masuk jurang. Akibat tidak sanggup menanggung gosip di media sosial, seorang remaja membunuh dirinya. Akibat sampah memenuhi saluran pembuangan, terjadi banjir di mana-mana.

Akibat ingin menaikkan harga diri dan kenyamanan hidup, jatah pembangunan bagi ribuan warga negara dimasukkan ke rekening pribadi. Akibat ingin memuaskan keinginan egois sekejap, terjadilah penganiayaan, pelecehan dan pemerkosaan. Akibat memuaskan kepentingan diri, terjadilah kejahatan.

Tak seorang pun imun dari keinginan untuk berbuat jahat. Karenanya, daripada sibuk mencari kambing hitam untuk menanggung kesalahan yang sebenarnya dibuat sendiri, mari kita mulai mawas diri. Kita membutuhkan Tuhan untuk mengatur laku kita. Mulailah menjalin relasi yang akrab dengan Pencipta agar mendapat kekuatan untuk melakukan suatu bentuk kebaikan yang paling sepele pun.

 

Editor: ymindrasmoro

Email: inspirasi@satuharapan.com


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home