Loading...
BUDAYA
Penulis: Dewasasri M Wardani 14:59 WIB | Rabu, 19 Agustus 2015

Museum Nasional Gelar Pameran Religi dan Kesenian

Pembukaan pameran religi dan kesenian di Museum Nasional Jakarta, Selasa (18/8). (Foto: museumnasional.or.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Museum Nasional menggelar pameran bertajuk “Teruntuk Sang Maha Indah” yang memamerkan khasanah religi dan kesenian Nusantara, mulai Selasa (18/8).

Pameran ini menggambarkan berbagai tradisi dan kesenian Nusantara yang merupakan cerminan masyarakat dalam upaya mendekatkan diri kepada Tuhannya.

Pameran tematik merupakan salah satu program unggulan Museum Nasional, untuk menonjolkan koleksi yang dimiliki.

Mengawali acara pembukaan, hadirin yang merupakan perwakilan dari tokoh budayawan, komunitas pencinta museum, serta para sahabat dari negara tetangga, dimanjakan dengan sajian musik tradisional Kalimantan. Disusul penampilan tari Sungi, tarian khas masyarakat Dayak.

Intan Mardiana, Kepala Museum Nasional, dalam pemaparan laporannya terkait penyelenggaraan pameran religi dan kesenian Nusantara, menyampaikan terdapat lebih dari 117 koleksi Museum Nasional yang dipamerkan, terdiri atas arca batu, patung kayu, nekara, Alquran, Alkitab, jimat, lukisan, alat musik, kain, keris, tabot, dan lain-lain.

Koleksi yang dipamerkan bukan hanya koleksi Museum Nasional, melainkan dari museum-museum lain seperti  Museum Katedral Jakarta, Museum Bayt Alquran dan Museum Istiqlal, TMII, Galeri Nasional Indonesia, Museum Benteng Heritage Tangerang, Museum Wayang Jakarta, Lembaga Alkitab Indonesia, Museum Kalimantan Barat; dan Anjungan Kalimantan Timur, TMII. 

Pameran itu dibuka oleh Kacung Marijan, Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada kesempatan itu ia menyampaikan tiga elemen budaya yang tidak dapat terpisahkan. Tiga elemen tersebut ialah sistem nilai, ekspresi seni, dan artefak. Ia memaparkan pameran kali ini merupakan kombinasi dari tiga elemen tersebut.

Dirjen Kebudayaan mengapresiasi pelaksanaan pameran ini, karena memberikan tampilan baru pada koleksi Museum sehingga menarik minat masyarakat untuk berkunjung. “Daripada mengunjungi mal, lebih baik mengunjungi Museum Nasional,” kata Kacung Marijan.

Pameran diselenggarakan mulai 18 Agustus hingga 7 September 2015. Pengunjung juga bisa mengikuti workshop kebudayaan, bedah buku, hingga mengunjungi bazaar tradisi religi. (museumnasional.or.id)

 

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home