Loading...
RELIGI
Penulis: Prasasta Widiadi 11:59 WIB | Minggu, 19 Februari 2017

Muslimah Sebut Paus Contoh Agama Sesungguhnya

Ilustrasi: Paus Fransiskus. (Foto: catholicnewsagency.com)

VATIKAN, SATUHARAPAN.COM – Nur Essa, seorang muslimah asal Suriah yang tinggal di Italia, merasa terkesan dengan keterbukaan yang ditunjukkan Paus Fransiskus terhadap orang-orang dari umat beragama yang berbeda, sehingga Paus Fransikus merupakan sosok yang mencerminkan sebuah agama, yakni terbuka melayani semua manusia.

“Bagi saya, saya terkejut, karena dia sangat terbuka untuk semua budaya, semua agama, dan ia merupakan contoh bagi semua umat beragama di dunia, karena ia menggunakan agama untuk melayani manusia,” kata Essa, hari Jumat (17/2).

Essa (31) telah bertemu dengan Paus pada beberapa kesempatan, salah satu pertemuan yang terbaru terjadi saat Paus Fransiskus mengunjungi  tempat  Essa menempuh studi, di Roma Tre University, Italia, hari Jumat (17/2).

Dia adalah salah satu dari empat mahasiswa dari yang bertanya ke Paus Fransiskus.

Dia bertanya tentang penyatuan imigran di Italia, apa yang harus dilakukan imigran untuk dapat bersatu dengan  negara mereka yang baru, selain itu Essa juga menanyakan  apa saja yang menjadi hak-hak imigran.  

Sebelum ini, Essa dan suaminya dan anak  mereka bertemu Paus Fransískus pada 16 April 2016, saat itu Paus Fransiskus membawa mereka ke Roma, Italia.

Essa dan keluarganya datang bersama dengan dua keluarga pengungsi asal Suriah lainnya yang telah tinggal di tempat pengungsian di Pulau Lesbos, Yunani. Dia mengatakan bahwa Paus menyapa mereka dan memberkati anaknya.

Essa berkesempatan untuk berbicara cukup lama dengan Paus Fransikus, ketika Paus Fransiskus mengundang imigran untuk jamuan makan siang pada 11 Agustus 2016.

“Dia (Paus Fransiskus) adalah sosok yang sangat sederhana, orang yang sangat sederhana, dan itu adalah hal yang  nyata,” kata dia. 

Dia mengatakan bahwa dia dan suaminya berasal dari Damaskus, Suriah. Mereka memilih meninggalkan negara Suriah, karena suaminya diminta bergabung dalam wajib militer.  

Mereka pergi dari Damaskus ke Turki, dan kemudian dari Turki ke Yunani. Di Yunani mereka tinggal di sebuah kamp imigran selama satu bulan, sebelum akhirnya mereka dipilih oleh Paus Fransiskus dibawa ke Roma.

Paus Fransískus mengunjungi Roma Tre Universitas atas permintaan dekan universitas tersebut, yang ingin mengundang tokoh masyarakat untuk perayaan 25 tahun universitas tersebut. (catholicnewsagency.com)

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home