Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Melki 07:23 WIB | Jumat, 30 Desember 2022

NTT Tutup Sementara Enam Pelabuhan Feri Imbas Cuaca Buruk

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur Isyak Nuka (ANTARA)

KUPANG, SATUHARAPAN.COM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menutup sementara jalur pelayaran Kapal Feri menuju enam pelabuhan karena terjadi gelombang tinggi di wilayah perairan NTT sejak daerah ini dilanda cuaca buruk.

"Ada beberapa jalur pelayaran Feri yang ditutup sementara karena kondisi gelombang laut yang tinggi sehingga tidak memungkinkan kapal penyeberangan Feri berlayar," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur Isyak Nuka ketika dihubungi di Kupang, Kamis (29/12).

Isyak Nuka mengatakan hal itu terkait dampak cuaca buruk yang sedang melanda NTT terhadap aktifitas pelayaran karena terjadi gelombang tinggi di wilayah perairan NTT.

Dia mengatakan jalur pelayaran penyeberangan Kapal Feri yang ditutup yaitu jalur pelayaran menuju pelabuhan penyeberangan Feri Aimere di Kabupaten Ngada, Wae Balun di Kabupaten Flores Timur, Pelabuhan Feri Kalabahi di Kabupaten Alor, Pelabuhan Feri Ende di Kabupaten Ende dan pelabuhan Feri Waingapu Kabupaten Sumba Timur dan jalur pelayaran Feri menuju pelabuhan Laut Seba di Kabupaten Sabu Raijua.

"Pelayaran Kapal Feri menuju beberapa pelabuhan itu saat ini ditutup. Kami tidak izinkan kapal Feri berlayar karena gelombang lautnya tinggi dan membahayakan dilakukan pelayaran," kata Isyak.

Baca juga: Kapal Pelni tipe 1000-2000 disebut relatif aman dari cuaca buruk

Dia menambahkan jalur pelayaran yang ditutup itu pada umumnya merupakan jalur pelayaran yang membutuhkan waktu berlayar lebih dari 10 jam sehingga pelayaran yang sangat beresiko.

Menurut dia kegiatan pelayaran menuju beberapa pelabuhan itu akan dibuka kembali apabila ada pemberitahuan dari BMKG bahwa cuaca sudah memungkinkan untuk kapal berlayar.

"Apabila cuaca masih buruk dan membahayakan maka kegiatan pelayaran tetap ditutup," kata Isyak Nuka.

Ia mengatakan apabila informasi dari BMKG bahwa kondisi cuaca sudah memungkinkan kapal bisa berlayar maka Pemerintah NTT dipastikan membuka kembali jalur pelayaran yang ditutup sementara tersebut.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi NTT masih memberikan izin berlayar untuk jalur pelayaran menuju Rote dan Hansisi, Pulau Semau Kabupaten Kupang karena waktu pelayarannya sangat singkat.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home