Loading...
INDONESIA
Penulis: Febriana Dyah Hardiyanti 09:16 WIB | Rabu, 27 Januari 2016

Palsukan Presensi, Lurah di DKI Jakarta Dipecat

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (Foto: beritajakarta)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memastikan pencopotan mantan Lurah Kartini, Sawah Besar, Leo Tantino, bukan hanya karena pemalsuan presensi. Berdasarkan penilaian, Leo kurang aktif dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat.

“Macam-macam alasannya, kan keluhan ke dia banyak. Dia mengatasi keluhannya masyarakat juga pelan dan itu semua ada penilaian,” kata Ahok di Balai Kota, hari Selasa (26/1).

Pencopotan Leo berawal dari inspeksi mendadak (sidak) Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, dan jajarannya.

Basuki menegaskan bahwa tidak mentolerir Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memalsukan absensi. Ia meminta pegawai lainnya melapor apabila melihat kecurangan daftar kehadiran. “Pemalsuan presensi merupakan suatu pelanggaran. Dalam mengisi presensi, kata dia, dibutuhkan kejujuran.”

"Masing-masing kerja sampai malam, tetapi jangan memalsukan. Itu kan kejujuran. Kalau masuk jam satu, terus pagi absen jam sembilan tidak apa-apa, asal sebut alasannya," ia menambahkan.

Ahok juga menantang Leo untuk “bernyanyi”. Hal ini terkait ucapan Leo yang menyebut banyak lurah dan camat yang kerap memalsukan daftar presensi.

“Anda laporkan saja kepada saya agar saya copot juga yang lain,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, hari Selasa (26/1).

Leo sebelumnya tidak ingin disalahkan sendirian. Sebab, menurut Leo, pemalsuan serupa juga dilakukan oleh pejabat lain setingkat lurah maupun camat di lingkungan Pemkot Jakarta Pusat.

“Kalau mau tahu, bukan saya saja yang begini, palsukan absensi (presensi). Banyak pejabat yang lain juga begitu. Lurah dan camat sudah biasa,” kata Leo.

Meski demikian, Leo enggan menyebutkan siapa saja pejabat yang terindikasi melakukan pelanggaran serupa.

Tidak hanya itu, Leo meyakinkan bahwa sebagian besar pejabat yang mengisi daftar presensi pada pagi hari diketahui tidak berada di kantor untuk menyelesaikan pekerjaan, tetapi langsung meninggalkan kantor apabila ada kesempatan.

Leo yang dicopot jabatannya digantikan oleh Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Mangga Dua Selatan, Samuel, yang ditunjuk langsung oleh Ahok untuk mengisi jabatan Lurah Kartini. (beritajakarta.com)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home