Loading...
HAM
Penulis: Sabar Subekti 09:11 WIB | Selasa, 12 Januari 2016

PBB Persalahkan Serangan pada Rumah Sakit di Yaman

Seorang bayi dalam inkubator di rumah sakit Al-Sabeen di Sana'a. Pertempuran intensif dan pemboman telah menyebabkan seringnya listrik padam, kekurangan obat-obatan dan bahan bakar yang melumpuhkan rumah sakit di Yaman. Beberapa kali fasilitas kesehatan MSF mendapat serangan militer. (Foto: UNICEF / un.org)

SATUHARAPAN.COM – PBB mempersalahkan serangan militer pada rumah sakit yang dikelola oleh Médecins Sans Frontières (MSF) di Provinsi Sa'ada, Yaman. Serangan itu menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai banyak orang lainnya, termasuk staf MSF.

Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, menyatakan mengecam serangan yang dilakukan pada hari Minggu (10/1) yang merupakan serangkaian serangan kepada fasilitas kesehatan di sana.

Pihak MSF dalam siarannya tidak bisa menyebutkan pihak mana yang melakukan serangan, namun pada peristiwa itu ada pesawat tempur yang melintas di udara.  Dan dijelaskan bahwa pihak MSF selalu memberikan informasi tentang lokasi fasilitas kesehatan yang dikelola kepada para pihak yang bertikai, termasuk koalisi pimpinan Arab Saudi.

Sebelumnya, pada tahun 2015 juga terjadi serangan terhadap fasilitas kesehatan, di rumah sakit yang didukung MSF di Hayden, Sa'ada dan klinik kesehatan keliling di Taiz.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara Sekjen PBB, juga dikeluhkan tentang akses yang semakin terbatas pada layanan kesehatan penting bagi warga Yaman.

PBB menegaskan bahwa rumah sakit dan tenaga medis secara eksplisit dilindungi oleh hukum humaniter internasional dan bahwa setiap serangan yang disengaja terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional.

PBB minta agar insiden itu diselidiki "melalui mekanisme yang cepat, efektif, independen dan imparsial untuk memastikan pelakunya bertanggung jawab.

PBB juga kembali menyerukan semua pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata di Yaman untuk segera menghentikan permusuhan dan menyelesaikan perbedaan melalui negosiasi damai yang difasilitasi oleh Utusan Khusus PBB.

Serangan itu terjadi beberapa hari setelah Sekjen PBB menyampaikan keprihatinan tentang makin  intensifnya serangan udara koalisi militer pimpian Arab Saudi dan pertempuran darat di Yaman.

Perang di Yaman dilaporkan telah menyebabkan korban sekitar 8.100 orang dengan 2.800 orang tewas.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home