Loading...
RELIGI
Penulis: Endang Saputra 17:48 WIB | Kamis, 26 Maret 2015

PBNU Sangat Menerima Imbauan Naik Haji Cukup Sekali

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU ) KH Said Aqil Siradj. (Foto: Endang Saputra)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj mengatakan NU sangat menerima imbauan yang disampaikan oleh Menteri Agama atas kuota haji akan dibatasi dengan memilih calon jemaah haji.

“Memang kewajiban haji itu seumur hidup, dengan jumlah jutaan yang mengakibatkan Mekah menjadi sempit, NU menerima imbauan yang disampaikan Menag,” kata Said di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (26/3).

Untuk itu, kata Said keberangkatan haji di era sekarang begitu mudah dengan Transportasi yang begitu mudah.

“Dengan kemudahan Transportasi di era sekarang ini maka imbauan dari Menag itu cukup bisa kita terima,” kata Said.

Kata Said, kebijakan pemerintah bukan melarang berhaji, yang dilarang itu berulang kali berangkat ke haji.

“Beri kesempatan pada saudara-saudara kita yang belum haji. Kalau dulu, haji transportasinya sulit, maka tidak seperti sekarang. Sekarang, lewat apa saja gampang, mudah. Dan, ternyata Mekah tidak sanggup untuk menampung lebih dari tiga juta untuk jemaah haji,” kata dia.

Sebelumnya kuota haji akan dibatasi dengan cara memilah calon jemaah haji. Calon jemaah yang pernah berangkat, akan ditunda keberangkatannya untuk diserahkan pada calon jemaah yang belum pernah melaksanakan ibadah haji sama sekali.

Hal ini lantaran kuota haji untuk Indonesia menjadi 168.800 orang. Begitu kata Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu ( 11/2).

“Perlu dibangun kesadaran di tengah-tengah masyarakat bahwa haji itu cukup sekali,” kata dia.

Lukman meminta jemaah haji yang pernah beribadah dan memutuskan untuk berangkat lagi untuk memiliki rasa malu. Pasalnya, mereka telah merampas hak orang lain.

Meskipun begitu, pemerintah juga berencana menambah kuota haji dari kuota yang tidak dipakai oleh negara lain. Dalam hal ini pemerintah mengaku sedang melobi beberapa negara.

“Di beberapa negara ada kuota tertentu, tapi kemudian ada sisa kuota karena animo masyarakat tidak setinggi animo masyarakat Indonesia. Dengan sisa kuota itulah yang ingin kami coba upayakan untuk digunakan jemaah haji Indonesia,” katanya.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home