Loading...
BUDAYA
Penulis: Putu Ayu Bertyna Lova 08:09 WIB | Rabu, 01 Mei 2013

Pekan Budaya Dayak 2013 Berjalan Lancar

Pekan Budaya Dayak 2013 Berjalan Lancar
Pekan Budaya Dayak 2013 (dok: foto-foto Ayu B. Lova)
Pekan Budaya Dayak 2013 Berjalan Lancar
Para pengunjung yang sedang berbelanja di salah satu stan
Pekan Budaya Dayak 2013 Berjalan Lancar
Batu Kecubung, batu khas Kalimantan, yang diikat di cincin
Pekan Budaya Dayak 2013 Berjalan Lancar
Miniatur Kapal, salah satu oleh-oleh
Pekan Budaya Dayak 2013 Berjalan Lancar
Tas berbahan dasar Rotan
Pekan Budaya Dayak 2013 Berjalan Lancar
Salah satu stan yang menarik
Pekan Budaya Dayak 2013 Berjalan Lancar
Salah satu stan yang menarik
Pekan Budaya Dayak 2013 Berjalan Lancar
Para Tokoh Adat Dayak
Pekan Budaya Dayak 2013 Berjalan Lancar
Salah satu tokoh adat Dayak, Bapak Kori
Pekan Budaya Dayak 2013 Berjalan Lancar
Deputi Majelis Adat Dayak Nasional Kalimantan Barat, Atan Palil (tengah)
Pekan Budaya Dayak 2013 Berjalan Lancar
Komitmen Kalimantan Bersatu

SATUHARAPAN.COM – Pelaksanaan Pekan Budaya Dayak 2013 yang diadakan di Istora Senayan dan berlangsung tanggal 27-30 April 2013 telah berakhir. Secara umum pelaksanaan acara berjalan lancar dan sesuai dengan harapan panitia.

Pekan Budaya Dayak merupakan Festival Budaya yang diselenggarakan oleh Majelis Adat Dayak Nasional (MADN). MADN adalah para pemimpin dari suku-suku Dayak yang ada di pulau Kalimantan. Para pemimpin ini berkedudukan di tiap-tiap propinsi yang ada di Kalimantan, yaitu Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Selatan (Kalsel). Dengan terbentuknya Propinsi Kalimantan Utara yang merupakan pemekaran dari propinsi Kaltim, maka akan menambah jumlah MADN.

MADN dipimpin oleh seorang Presiden. Untuk periode 2010 – 2015 Presiden MADN adalah Agustin Teras Narang yang saat ini juga menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Tengah. Presiden MADN didampingi oleh masing-masing Deputi yang berkedudukan di masing-masing propinsi.

Unik                                                                                            

Suku Dayak merupakan suku yang unik. Tercatat ada 405 Suku Dayak yang ada di Pulau Kalimantan. Sedikit berbeda dengan suku-suku lain yang ada di wilayah Indonesia, suku-suku Dayak memiliki bahasanya masing-masing. Sehingga walaupun berada dalam satu propinsi yang sama, antara suku Dayak yang satu dengan suku lainnya, belum tentu saling mengerti bahasa daerah yang digunakan. Sehingga benturan-benturan, terutama karena masalah komunikasi, sangat mungkin terjadi.

Sebenarnya setiap propinsi di Kalimantan sudah memiliki Festival Budaya nya masing-masing. Seperti Festival Gawai Dayak untuk Kalbar dan Festival Isen Mulang untuk Kalteng. Festival-festival ini rutin diadakan setiap tahun di propinsi masing-masing.

Pekan Budaya Dayak 2013 dipandang sebagai satu momentum bersejarah sebagai perekat suku-suku Dayak yang ada diseluruh Indonesia. Maka dari itu, harus dilaksanakan rutin setiap tahunnya.

“ Saya menyerukan kepada suku-suku Dayak yang ada diseluruh Indonesia, untuk tetap bersatu dan berjuang sekuat tenaga, agar tidak dimarginalkan oleh pembangunan!” kata Deputi MADN Kalimantan Barat, Atan Palil pada Selasa (30/4).

Kekurangan

Dalam pelaksanaan acara yang baru diadakan pertama kalinya ini Atan mengakui, memang banyak terdapat kekurangan dimana-mana. Segi profesionalitas penyelenggara, dalam hal ini panitia acara, mendapat sorotan tajam. Pengaturan panggung atau setting panggung, pengaturan penampilan dari peserta yang tidak merata, panitia terutama pembawa acara yang tidak mengenal tokoh-tokoh adat Dayak, adalah hal-hal yang dinilai sangat kurang oleh Atan. Ia juga menilai promosi yang dilakukan oleh panitia tidak mencapai sasaran, walaupun sudah gencar dilakukan.

“Penyelenggaraan Pekan Budaya Dayak harus diadakan di Kalimantan, oleh warga adat Dayak, yang mampu menangkap keinginan dari masyarakat adat Dayak,” lanjut Atan.

Atan mengatakan, pemilihan Jakarta sebagai tempat penyelenggaraan acara pertama kali, bukan tanpa alasan. MADN berharap dengan penyelenggaraan acara ini, bisa langsung go national. Mereka berharap, melalui seminar, promosi, dan lainnya, acara ini akan disambut meriah oleh para undangan. Untuk penyelenggaraan Pekan Budaya Dayak tahun depan dijadwalkan akan bertempat di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Pemilihan Kalimantan sebagai tempat berikutnya, diharapkan memberikan dampak yang lebih besar kepada warga Kalimantan, baik dari segi turis, investasi dan pembangunan. Agar hasil penyelenggaraan acara ini benar-benar dapat dirasakan langsung oleh warga Kalimantan.

Atan juga mengharapkan, pada tahun depan, acara bisa dipersiapkan dengan lebih matang. Para pelaku seni dapat memberikan pementasan yang lebih baik, sehingga animo masyarakat terhadap Pekan Budaya Dayak ini, bisa lebih besar lagi. Dan diharapkan partisipasi dari Dewan Adat Dayak yang tersebar di kota Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Manado untuk turut mensukseskan acara ini ditahun depan.

Editor : Wiwin Wirwidya Hendra


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home