Loading...
INDONESIA
Penulis: Martahan Lumban Gaol 08:04 WIB | Selasa, 20 Mei 2014

Pengamat: Jokowi Unggul Jumlah Parpol, Prabowo Basis Cawapres

Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin. (Foto: Martahan Lumban Gaol).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin mengatakan sosok Calon Presiden (Capres) Republik Indonesia 2014, Joko Widodo lebih unggul dalam jumlah dukungan partai politik, dibanding Prabowo Subianto. Namun pada aspek basis massa calon wakil presiden (cawapres), nama Prabowo berada diatas Jokowi.

"Joko Widodo (Jokowi) unggul dalam dukungan partai politik (parpol), ia didukung empat parpol dengan jumlah 40 persen suara hasil Pemilu Legislatif 2014. Namun dari  aspek daerah asal cawapres, Prabowo ada diatas Jokowi, karena Hatta Rajasa berasal dari Indonesia bagian barat, dimana jumlah pemilihnya satu juta lebih banyak dibanding dari Indonesia bagian timur, asal cawapres Jokowi, Jusuf Kalla (JK)," ucap Said, melalu surat elektronik yang diterima satuharapan.com, Senin (19/5).

Jokowi dan Prabowo sama-sama memiliki peluang keluar sebagai pemenang dalam Pemilu Presiden 2014, karena modal nan mereka miliki relatif berimbang.

"Dalam sejumlah variabel yang mempengaruhi kemenangan kandidat, Jokowi unggul atas Prabowo, namun pada beberapa variabel lain, Prabowo berada di atas Jokowi," Said menambahkan.

Menurutnya, di kubu Jokowi, PDIP dan NasDem diperkirakan mampu menjaga suara pemilih saat pemilu legislatif lalu, agar tidak pindah ke Prabowo. Demikian dengan Gerindra, PAN, dan PKS kemungkinan bisa mengkonsolidasikan pemilih mereka untuk tidak beralih ke Jokowi.

Selain itu, terkait dengan partai pendukung, Prabowo masih memiliki keuntungan lain, yakni bila Golkar memberikan dukungan kepada dirinya, dan tidak bermain pada dua kaki. "Bagaimanapun harus diakui Golkar memiliki mesin partai Golkar yang bagus sekali, sama seperti PKS," kata pengamat politik Sigma itu.

Menurut pengamatan Said, empat partai berbasis massa Islam pendukung Prabowo pun menjadi nilai tambah bagi Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu. Karena kemungkinan besar, suara umat Islam akan menjatuhkan pilihan pada Prabowo.

"Sekalipun PKB mendukung Jokowi, tetapi suara nahdliyin sepertinya tidak bulat. Sebab, tokoh-tokoh NU seperti Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj, Mahfud MD, Rhoma Irama dan tokoh seni Nahdlatul Ulama Ahmad Dhani, diwacanakan mendukung Prabowo sebagai Presiden RI 2014-2019," tutur Said.

Selanjutnya, dalam modal finasial dalam pendanaan Pemilu Presiden 2014, menurut Said, pasangan Jokowi-JK lebih baik dibanding Prabowo-Hatta.

"Dalam hitungan saya, lebih banyak konglomerat yang mendukung Jokowi-JK daripada yang menyokong Prabowo-Hatta, jadi dalam hal ini Jokowi-JK lebih unggul,

Terakhir, berhubungan dengan salah satu variabel yang tidak boleh diabaikan dalam upaya mempengaruhi pemilih, yakni jaringan media. Said melihat keunggulan Prabowo.

"Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta memiliki modal tersebut. Beberapa petinggi media mendukung Jokowi, namun yang lainnya mendukung Prabowo. Bila kabar tentang dukungan Hary Tanoe (pemilik MNC Group) pada Prabowo itu benar, maka pasangan Prabowo-Hatta akan memiliki jaringan media yang lebih besar dari Jokowi-JK,” tutup Said Salahudin.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home