Loading...
EKONOMI
Penulis: Prasasta Widiadi 00:06 WIB | Jumat, 24 Juli 2015

Pengamat : Perlambatan Ekonomi Dirasakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Ilustrasi: Enny Sri Hartati. (Foto: Dok. satuharapan.com/ Prasasta Widiadi).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati, mengingatkan jika keberlanjutan perlambatan ekonomi tidak segera diantisipasi, maka akan berimbas negatif yakni  perlambatan yang  dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah.

 “Implikasi dari perlambatan ini adalah pendapatan masyarakat menengah ke bawah justru habis untuk konsumsi,” kata Enny, di Jakarta, Rabu (22/7).

Dampak perlambatan ekonomi itu seperti kebijakan dunia usaha untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dan fluktasi harga kebutuhan pokok, yang akan menekan daya beli dan konsumsi masyarakat.

Melihat ekspetasi masyarakat dari survei keyakinan konsumen yang dilakukan Bank Indonesia per Juni 2015 – Enny mengatakan – pendapatan yang terus menurun, akan membuat masyarakat menarik simpanannya untuk memenuhi konsumsi.

Dari komposisi sektoral, menurut Enny, penyaluran kredit untuk sektor riil, seperti untuk industri pengolahan terus menurun, sementara penyaluran kredit untuk sektor padat modal seperti sektor telekomunikasi dan jasa keuangan tumbuh.

"Kesenjangan ekonomi bisa menjadi imbas karena aliran modal terus masuk dan berlimpah, namun minim ke sektor yang banyak tenaga kerja," kata dia.

Lebih lanjut, Enny menjelaskan, pelebaran koefisien gini dapat diantisipasi pemerintah dengan mempercepat eksekusi proyek-proyek infrastruktur, terutama di daerah, sehingga dapat menyediakan lebih banyak lapangan kerja.

Selain itu, pemerintah juga perlu mendorong kebijakan lain untuk mempermudah kredit atau pembiayaan lainnya bagi pengusaha kecil dan menengah, agar produktivitas dan pendapatan mereka meningkat.

Pengamat ekonomi Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati sebelumnya mengatakan, untuk mengantisipasi pelebaran koefisien gini, pemerintah harus mengefektifkan sistem perlindungan sosial dan asuransi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pemerintah harus membuat perlindungan sosial dan asuransi itu tepat dan mengenai semua sasaran masyarakat. (Ant).

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home