Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 15:33 WIB | Selasa, 19 Juli 2016

Pengungsi Afganistan Serang Penumpang Kereta di Jerman

Seorang remaja pengungsi asal Afganistan menyerang dengan kapak dan pisau terhadap penumpang kereta di Jerman, melukai empat orang. (Foto dari Deutsche Welle)

BERLIN, SATUHARAPAN.COM -  Polisi Jerman menembak mati seorang pengungsi Afghanistan berusia 17 tahun, hari Senin (18/7) setelah dia menyerang penumpang kereta dengan kapak dan pisau, melukai empat orang. Polisi menduga "kemungkinan" serangan itu oleh kelompok Islamis, menurut laporan AFP

Beberapa orang lainnya juga terluka dalam serangan di sebuah kereta di  dekat kota Wuerzburg, Bavaria, kata polisi. Penyerang itu tewas ditembak ketika mencoba melarikan diri.

Pada hari Selasa (19/7) pihak polisi mengetakan mereka menemukan sebuah bendera negara Islam Irak dan Suriah (NIIS atau ISIS) yang dilukis dengan tangan. Bendera itu ditemukan di antara barang-barang milik pengungsi Afghanistan itu.

Menteri Dalam Negeri Bavaria, Joachim Herrmann, mengatakan penyerang tiba di Jerman sendirian tanpa pendamping dan telah tinggal di tempat penampungan dan kemudian pindah ke keluarga angkat di dekat Ochsenfurt.

"Sangat mungkin bahwa ini adalah serangan oleh kelompok Islamis," kata seorang juru bicara kementerian. Dia menambahkan bahwa penyerang itu berteriak "Allahu akbar." Penyelidikan sedang berlangsung dantampaknya remaja itu bertindak sendirian.

Serangan itu terjadi di kereta dalam perjalanan antara Treuchtlingen dan Wuerzburg di Bavaria. Seorang saksi mata menyebutkan kepada kantor berita Jerman, DPA, bahwa kereta api membawa sekitar 25 penumpang, dan tampak "seperti penjagalan" dengan darah berceceran di lantai.

Herrmann mengatakan bahwa remaja itu ditembak ketika dia menyerang polisi saat mencoba melarikan diri. Di antara empat orang yang terluka adalah anggota keluarga dari Hong Kong.

Jerman telah menampung sekitar  1,1 juta pencari suaka tahun lalu, sebagian besar dari Suriah dan Afganistan yang meninggalkan negara mereka karena perang dan kemiskinan. Jumlah itu menurun setelah penutupan rute migrasi di Balkan dengan kesepakatan Uni Eropa dan Turki. Pada bulan April hingga Juni, jumlah pengungsi sekitar 16.000 orang setiap bulan.

Bavaria diatur oleh partai CSU (Uni Sosial Kristen, partai yang sejalan dengan partainya Kanselir  Jerman, Angela Merkel, Partai Kristen Demokrat yang konservatif. Namun CSU menritik keras sikap Merkel  menyambut para pencari suaka yang mengancam perpecahan koalisi yang berkuasa di Berlin.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home