Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Francisca Christy Rosana 11:11 WIB | Selasa, 22 September 2015

Percepatan Pembangunan Kepulauan Seribu Usulkan Dana Rp 1,7 Triliun

Rapat KUA PPAS di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (21/9). (Foto: Francisca Christy Rosana)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu tengah mencanangkan program percepatan pembangunan. Program ini digalakkan oleh Dinas Tata Air dengan membangun sejumlah sarana-prasarana di bidang Pekerjaan Umum (PU). Program percepatan pembangunan berdampak pada membengkaknya anggaran yang diajukan oleh dinas tersebut kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Berdasarkan data Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2016, Suku Dinas Tata Air mengusulkan nilai anggaran sebesar Rp 1,7 triliun yang dialokasikan untuk Kepulauan Seribu. Padahal semula, anggaran hanya diajukan senilai Rp 114,6 miliar.

Kepala Suku Dinas Tata Air Kepulauan Seribu, H Rischal A Pasambo mengatakan, berlipatnya dana yang diajukan disebabkan oleh pertimbangan banyak hal. Menurut dia, Kepulauan Seribu memiliki potensi destinasi wisata dunia. Oleh karena itu, pemerintah harus mencurahkan perhatiannya pada percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendukung pencanangan wilayah tersebut sebagai destinasi wisata unggulan.

Rischal mengatakan, untuk mendukung prasarana wisata, perlu dibangun jalan lingkar sejajar tanggul keliling pulau. Pembangunan jalan lingkar ini sebelumnya telah dianggarkan juga dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2015. Namun, pembangunan masih terus berlanjut hingga ditargetkan selesai pada 2017.

“Selain itu, kami juga mempertimbangkan adanya abrasi pantai akibat angin barat dan angin timur, maka perlu dibangun tanggul keliling,” ujar Rischal saat ditemui awawk media di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (21/9).

Dari data yang diajukan Suku Dinas Tata Air, anggaran terbagi menjadi beberapa bidang. Pertama, untuk bidang pembangunan prasarana dan sarana pengendalian banjir (lanjutan) dianggarkan sebesar Rp 1,6 triliun. Program itu terdiri atas mata kegiatan pembangunan tanggul pemecah gelombang di Pulau Kelapa sisi utara dan selatan, pembangunan tanggul pemecah gelombang Pulau Pari, pembangunan tanggul pemecah gelombang Pulau Tidung, pembangunan tanggul pemecah gelombang Pulau Karya sisi timur, pembangunan tanggul pemecah gelombang Pulau Pramuka sisi selatan, pembangunan tanggul pemecah gelombang Pulau Panggang sisi timur, pembangunan tanggul pemecah gelombang Pulau Harapan sisi timur-utara, pembangunan tanggul pemecah gelombang Pulau Untung Jawa sisi utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya, dan barat laut, serta pembangunan tanggul pemecah gelombang Pulau Sabira sisi barat, barat laut, utaram dan timur.

Kemudian untuk mata kegiatan program pemeliharaan prasarana dan sarana pengendalian banjir dan drainase dianggarkan Rp Rp 14,9 miliar, peningkatan kinerja pengelolaan air limbah Rp 39 miliar, program peningkatan dan pengelolaan kantor urusan pekerjaan umum Rp 883,7 juta, dan program perencanaan pembangunan daerah tingkat SKPD urusan pekerjaan umum Rp 1,5 miliar. 

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home