Loading...
EKONOMI
Penulis: Ignatius Dwiana 23:25 WIB | Selasa, 08 Oktober 2013

Pers Seharusnya Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

Dari kiri ke kanan, Direktur Lingkar Madani Untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti, Achmad Fanani sebagai moderator, Pemimpin Redaksi Sinar Harapan Norman Meoko, dan Pemimpin Redaksi Rakyat Merdeka Online Aldi Gultom.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Media seharusnya mempunyai frame. Pemberitaan dalam sebuah media tidak lepas dari frame itu. Ketika media sudah menjadi industri maka kepentingan masuk ke dalamnya. Media tidak lagi berfungsi untuk menyalurkan idealisme. Demikian menurut pandangan Norman Meoko.

Menjelang Pemilu 2014 sudah terlihat media menyuguhi masyarakat dengan kampanye-kampanye yang mulai terbuka.

“Saya melihat di beberapa stasiun televisi sudah mulai muncul itu. Tetapi media tidak berbuat karena memang owner-nya, pemiliknya orang yang kebetulan terjun di gelanggang 2014.” Kata Pemimpin Redaksi Sinar Harapan Norman Meoko di diskusi ‘Peran Media Mencerdaskan Masyarakat dalam Pemilu 2014’ di sebuah kafe di Jakarta Pusat pada hari Senin (7/10).

Menurut Norman, pers menjelang Pemilu 2014 harus mempunyai sikap. Di antara kewajiban utama pers adalah menghamba pada kebenaran dan harusnya berorientasi pada kepentingan masyarakat, seraya mengutip tulisan sembilan elemen jurnalisme jurnalis Amerika Serikat Bill Kovach.  

Norman Meoko mengkhawatirkan ketika media sudah menjadi industri yang luar biasa besar akan menggiring orang pada satu pendapat yang sama. Tugas media salah satunya mem-filter opini publik seperti itu.

Diskusi publik ini diadakan Jaringan Insan Muda Indonesia bekerjasama dengan Indo Warta.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home