Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 16:07 WIB | Jumat, 24 Juni 2016

Pertemuan Palestina dan Israel di Brussel Gagal Terwujud

Pertemuan Palestina dan Israel di Brussel Gagal Terwujud
Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas menyampaikan pidato di Parlemen Uni Eropa di Brussels, 23 Juni 2016 dalam rangka pertemuan perundingan damai dengan negara Israel. John Thys/AFP
Pertemuan Palestina dan Israel di Brussel Gagal Terwujud
Warga Palestina tiba di pos pemeriksaan Qalandia, antara Tepi Barat, Ramallah dan Yerusalem saat mereka menuju ke masjid Al Aqsa untuk melakukan ibadah salat Jumat di bulan suci Ramadan, 24 Jumat 2016. Abbas Momani/AFP
Pertemuan Palestina dan Israel di Brussel Gagal Terwujud
Tentara Israel berpatroli di jalanan desa Tepi Barat wilayah utara, Salem, dalam sebuah operasi untuk menangkap warga Palestina yang buron pada 30 Mei 2016 pagi. AFP PHOTO/Jaafar Ashtiyeh
Pertemuan Palestina dan Israel di Brussel Gagal Terwujud
Tentara Israel memasang penghalang jalan berduri di perbatasan antara Hebron dan Yatta untuk melarang kendaraan keluar masuk di desa Tepi Barat itu pada 10 Juni 2016. Tempat itu merupakan rumah bagi keluarga penyerangan di Tel Aviv. AFP PHOTO/Hazem Bader

BRUSSEL, SATUHARAPAN.COM - Pertemuan pertama yang dtitunggu-tunggu antara Presiden Israel Reuven Rivlin dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas di bawah pengawasan Uni Eropa (UE) di Brussel gagal terwujud. Hal itu disampaikan beberapa sumber diplomatik pada hari Kamis (23/06) waktu setempat.

Kepala Parlemen Eropa Martin Schulz pada hari Rabu (22/6) mencoba untuk menyusun sebuah pertemuan di antara kedua pemimpin, yang berada di Brussel untuk berunding dengan pejabat tinggi UE yang mencoba memulai kembali perundingan damai Israel-Palestina.

“Tidak ada pertemuan karena jadwal mereka bentrok,” kata seorang pejabat asisten Schulz.

Berbicara setelah berunding dengan Rivlin pada hari Rabu lalu, Schulz mengatakan bahwa karena dia dan Abbas akan berada di parlemen pada hari yang sama, jika mereka bertemu maka akan ada hasil positif. Namun, pada hari Kamis kemarin, kedua belah pihak tidak saling menggelar pertemuan, dan malah saling menyalahkan.

 “Presiden Abbas siap menemui pejabat Israel mana pun yang ingin mewujudkan perdamaian, namun pertemuan semacam itu perlu persiapan, yang tidak dilakukan saat ini, dan hal tersebut jangan dilakukan melalui media,” kata seorang diplomat  Palestina.

Rivlin mengatakan dia “sangat menyayangkan setelah mengetahui Abbas menolak pertemuan itu, saya dengan senang hati menyambut inisiatif tersebut.”

“Saya rasa aneh bahwa Presiden Mahmud Abbas, lagi-lagi menolak bertemu pemimpin Israel,” ujarnya. (AFP)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home