Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 19:21 WIB | Sabtu, 26 September 2015

Pesantren Al Ikhlas Juarai LSN Jakarta, Cukur Gundul Assidiqiyah 7-0

Pesantren Al Ikhlas Juarai LSN Jakarta, Cukur Gundul Assidiqiyah 7-0
Para pemain Ponpes Al Ikhlas merayakan gelar juara. (Foto-foto: Prasasta WIdiadi).
Pesantren Al Ikhlas Juarai LSN Jakarta, Cukur Gundul Assidiqiyah 7-0
Suasana pertandingan final LSN Zona Jakarta, Ponpes Al IKhlas (kaus hitam), melawan Ponpes Asshidiqiyah (kaus warna emas).
Pesantren Al Ikhlas Juarai LSN Jakarta, Cukur Gundul Assidiqiyah 7-0
Suasana pertandingan final LSN Zona Jakarta, Ponpes Al IKhlas (kaus hitam), melawan Ponpes Asshidiqiyah (kaus warna emas).
Pesantren Al Ikhlas Juarai LSN Jakarta, Cukur Gundul Assidiqiyah 7-0
Suasana pertandingan semi final antara Ponpes Al Ikhlas (kaus hitam) melawan Ponpes Darunnajah (kaus biru).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ikhlas Jakarta Pusat sukses menjuarai Liga Santri Nusantara (LSN) Zona Jakarta dengan mencukur gundul 7-0 kesebelasan Pondok Pesantren Asshidiqiyah Kebon Jeruk Jakarta Barat pada final  (LSN) Zona Jakarta, hari Sabtu (26/9) sore di Stadion Sepak Bola, Kompleks Olah Raga Ragunan,Jakarta.

Ponpes Al Ikhlas sejak menit awal bermain menekan dan menyerang Ponpes Asshidiqiyah. Mereka tampil dengan formasi 4-4-2. Tusukan dari pemain sayap, Raizal Jidan dan Arif Farhan dengan bola serangan dari sayap yang mereka berikan selalu merepotkan para pemain di jantung pertahanan Asshidiqiyah seperti Alwis, Ahmad Al Fadil, dan Khairan.

Dalam tempo kurang dari tiga menit tusukan dari Raizal di sisi kanan penyerang langsung  mengarah ke gawang dan sempat mengenai tangan penjaga gawang Asshidiqiyah, Iqbal. Namun bola lepas dari tangannya dan langsung disambar penyerang Al Ikhlas , Bramantyo yang mencetak gol.

Beberapa menit kemudian Raizal Jidan menambah keunggulan ponpes yang beralamat di Tanah Abang, Jakarta Pusat tersebut dengan gol memanfaatkan akurasi bola pemberiian rekannya, Rico dari luar kotak penalti.

Selanjutnya, Ahmad Syaukani membuat kesalahan di barisan pertahanan Asshidiqiyah, bek pondok pesantren yang beralamat di Jakarta Barat ini salah membuang bola akibatnya bola disambar Faisal yang menambah keunggulan Al-ikhlas menjadi 3-0.

Dua gol tambahan di babak pertama bagi Al Ikhlas diciptakan Zidan Firdaus dan Farhan yang mencetak gol di menit ke-31 dan ke-34. Babak pertama Al-Ikhlas sudah unggul dengan lima gol.

Babak kedua strategi Asshidiqiyah yang menyerang total karena sudah kebobolan lima gol malah menjadi bumerang, karena menit ke-61, Bagas, gelandang Al-Ikhlas, memanfaatkan bola kemelut di kotak penalti Al Ikhlas hingga menjadi gol.

Sebuah kemelut di kotak penalti Asshidiqiyah kembali berujung manis bagi Al-Ikhlas, karena gol terakhir diciptakan Zidan Firdaus yang berakselerasi menggiring bola tanpa dapat diterjang pemain bek Asshidiqiyah, Alwis dan Ahmad Syaukani.

Sebuah hadiah penalti yang diberikan wasit bagi Asshidiqiyah di menit ke-66 gagal menjadi gol karena bola tendangan pemain depan Asshidiqiyah, Kossan , arahnya masih melambung. Penalti diberi ke Asshidiqiyah karena penyerangnya, Farid Riziq, dijatuhkan bek Al Ikhlas di kotak penalti.

Hingga pertandingan selesai skor tetap 7-0 bagi Al Ikhlas.

Perjalanan kedua tim hingga Partai puncak

Semifinal LSN Zona Jakarta  mempertemukan Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta Selatan (Juara Grup A) vs Pondok Pesantren Al-Ikhlas Jakarta Pusat (Juara Grup C). Satu partai lagi mempertemukan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta Barat (Juara Grup B) VS Pondok Pesantren As-Surur Jakarta Barat (Juara Grup D).  

Pondok Pesantren Al-Ikhlas Berhasil melaju ke final, sebab di semi final menang tipis atas Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta Selatan dengan kedudukan tipis 1-0, pada hari Sabtu (26/9) pagi.

Gol tunggal diciptakan Raizal Jidan menit ke-49, gol tersebut berasal dari proses serangan balik sebab di babak kedua gantian Al Ikhlas kesulitan mencetak gol karena Darunnajah terus menerus menguasai bola. Gol tersebut langsung membuat para pemain Darunnajah gencar menyerang terutama lewat Lucky Erdyawan dan Ahmad Bagja di sisi kanan penyerangan Darunnajah, namun bola tertahan di lini belakang.

Pondok Peasntren Asshidiqyah Jakarta Barat melaju ke final karena di semi final menang dengan skor 4-2 atas Pondok Pesantren As Surur Jakarta Barat. Asshidiqiyah sempat tertinggal dengan skor 0-1 di awal babak pertama saat di semi final melawan  Pondok Pesantren As-Surur Jakarta Barat.

Gol Pondok Pesantren As Surur dicetak oleh Danang Fikri Artori. Kedudukan berbalik menjelang babak pertama dengan gol penyeimbang dari Koosan di menit ke-29, kemudian Al Fadhil  mencetak gol menyambut umpan dari Rifki Saukani.

Babak kedua penyerang Asshidiqiyah Koosan memperbesar keunggulan dengan dua gol tambahan menit ke-66 dan ke-69. As Surur sempat memperkecil kekalahan menit ke-81 lewat Nur Syaukani.

Liga Santri Nusantara Zona Jakarta

Babak Penyisihan Zona Jakarta telah berlangsung Sabtu (19/9) dan Minggu (20/9) di Kompleks Gelanggang Olah Raga Ragunan, Jakarta. Pertandingan dibagi dalam 4 grup, setiap grup terdiri atas tiga tim. Setiap juara grup melaju ke semi final dan final.

Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Dewan Provinsi DKI Jakarta, Mualif, saat meresmikan turnamen sepak bola Liga Santri Nusantara (LSN) Zona Jakarta, hari Sabtu (19/9) di Gelanggang Olah Raga Ragunan, Jakarta menjelaskan bahwa para santri yang bersepak bola di kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) diajak untuk bermain tidak sekadar menonjolkan kemenangan, namun juga menjaga sopan santun dan tata krama. 

Sementaraitu Harjanto atau yang biasa disapa Banca menjelaskan pembagian grup untuk LSN Zona Jakarta. “Tiga pondok pesantren yang menghuni Grup A antara lain Pondok Pesantren (PP) Darunnajah, Jakarta Selatan, PP Mirqot Ilmiyah Al-Itqon, Cengkareng, Jakarta Barat, PP Fisabillilah Jakarta Timur,” kata Banca kepada satuharapan.com, Sabtu (19/9).

Kemudian di Grup B terdapat tiga PP, yakni  PP Syawafiriyah, Cilincing, Jakarta Utara, PP As-Shiddiqiyah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dan PP Raudlatut Talibin, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Di Grup C dihuni tiga PP yakni, PP Al-Ikhlas, Tanah Abang, Jakarta Pusat, PP Hayatul Islam, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan PP Al-Aqsha, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Di Grup D dihuni tiga PP, yakni PP Hayantun Islam Jakarta, PP Al-Mawaddah Ciganjur Jagakarsa Jakarta Selatan, PP As-Surur Kebon Jeruk Jakarta Barat.

 Banca menjelaskan panitia telah mengatur waktu pertandingan agar tidak bertabrakan dengan jam belajar para santri, terlebih juga dengan waktu ibadah sholat lima waktu yang merupakan kewajiban umat Muslim.

“Insyaallah kita tidak akan menganggu saat sholat, karena sudah kita kondisikan sedemikian rupa,” dia menambahkan.

Banca menjelaskan bahwa pertandingan digelar hari Sabtu dan Minggu karena mulai Senin sampai dengan Jumat, para santri akan tetap menunaikan kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

Dia menjelaskan penyisihan grup digelar, selama dua hari, Sabtu (19/9) dan Minggu (20/9) terbagi dalam dua sesi, yakni sesi pagi (pertandingan dimulai pukul 8:00 dan 10:00), kemudian sore hari (pertandingan dimulai pukul 16:00 sampai dengan pukul 17:00). 

Partai semi final dan final akan digelar Sabtu (26/9) di lapangan yang sama dan terbagi dua sesi yakni pagi (pukul 08:00 dan pukul 09:45), kemudian final digelar di sesi sore hari (pukul 16:00). 

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home