Loading...
BUDAYA
Penulis: Melki Pangaribuan 10:46 WIB | Kamis, 21 Mei 2015

Portrait Gallery Pamerkan Sisi Lain Selebriti

Portrait Gallery Pamerkan Sisi Lain Selebriti
Lukisan Brad Pitt. (Foto-foto: seattletimes.com)
Portrait Gallery Pamerkan Sisi Lain Selebriti
Lukisan Oprah Winfrey.
Portrait Gallery Pamerkan Sisi Lain Selebriti
Foto Britney Spears.

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM - Kurator di National Portrait Gallery (NPG), Smithsonian, meneliti bagaimana potret-potret selebriti dikumpulkan dan bagaimana evolusinya, untuk pameran baru galeri tersebut, "Eye Pop: The Celebrity Gaze," yang buka sejak Jumat (15/5).

Pameran itu termasuk puluhan lukisan-lukisan baru, foto, patung dan potret digital karya seniman yang berhasil dikumpulkan oleh museum tersebut beberapa tahun terakhir. "Eye Pop" akan dipamerkan sampai bulan Juli 2016.

Para kurator membatasi daftar mereka menjadi 54 tokoh berpengaruh yang masih hidup dan aktif di bidang mereka. Foto-foto Brad Pitt, Barbra Streisand, Oprah Winfrey dan Katy Perry termasuk yang dipamerkan, bersama pendiri Google, arsitek Cesar Pelli dan aktivis makanan sehat Alice Waters. Banyak foto yang ditampilkan pertama kali untuk umum.

Asma Naeem, salah satu dari enam kurator pameran tersebut mengatakan, semua orang kini mencoba untuk dapat mencapai status selebriti dengan cara apapun, memasang foto-foto yang mereka pilih dengan cermat di media sosial untuk membentuk kesan orang terhadap mereka. Dan akses informasi yang mudah didapat dan foto online memudahkan orang-orang untuk mengenali para bintang dari berbagai bidang.

"Kini, selebriti adalah konsep yang sangat elastis. Jangkauannya sangat luas. Selebriti dapat datang dari berbagai bidang yang 50 tahun lalu belum terpikirkan oleh kita," kata Naeem.

"Banyak aspek selebriti. Selebriti kini bukan hanya seseorang yang berhasil dan yang dikagumi orang tapi juga seseorang yang gagal...yang dapat kembali bangkit dari kegagalannya," kata dia menambahkan.

Foto baru Britney Spears di Smithsonian dibuat oleh seniman multimedia Luke DuBois dalam bentuk gabungan dari gambar-gambar yang diambil dari klip videonya. Foto itu diletakkan di sebuah pigura dekoratif keemasan yang biasanya ditemukan di karya seni keagamaan, dengan gagasan bahwa ikon pop adalah obyek pemujaan.

Foto Katy Perry adalah titik puncak kolaborasinya dengan seniman Will Cotton, yang mendesain tema permainan candy-land untuk klip video "California Girls." Cotton mendesain sampul album dan kemudian melukis potret Perry yang mengenakan pakaian bungkus kue cupcake dan tiara atau mahkota permen. Perry berkunjung ke National Portrait Gallery setelah lukisan tersebut tiba dan mengambil foto selfie dengan lukisannya.

"Hal ini menunjukkan bagaimana seni bersinggungan dengan pembentukan selebriti dengan cara-cara yang menarik," kata Naeem.

Artis-artis lainnya mencoba melucuti diri dari aspek selebriti, yang juga menarik perhatian kurator museum.

Potret lukisan Pitt pertama ditampilkan untuk pertama kalinya di pameran itu melalui karya seniman Colin Davidson berukuran besar yang baru dibeli. Keduanya mulai berkolaborasi pada tahun 2012 ketika Pitt meminta Davidson untuk mengajarinya melukis. Pitt tertarik dengan gaya Davidson setelah melihat potret-potret lainnya.

Ketika mereka setuju Davidson akan melukis potret Pitt sebelum ulang tahun ke-50 aktor tersebut, "ia tahu bahwa lukisan itu tidak dibuat dengan polesan agar kelihatan bagus seperti biasa kita melihatnya," kata Davidson pada Associated Press.

Malah, seniman tersebut menghabiskan waktu dengan Pitt ketika ia sedang mengalami jet-lag, berbicara dan melukis, mencoba untuk menangkap momen-momen kemanusiaan.

Hasilnya foto Pitt yang "kasar" dengan sapuan kuas tebal yang menggambarkan rambut panjang dan jenggot Pitt yang berantakan, dengan tatapan mata yang berkaca-kaca.

"Ketertarikan saya terhadapnya adalah ketertarikan terhadap sesama manusia, daripada terhadap aktor atau produser atau selebriti. Saya melukis dengan cara lain dan mengajak orang untuk melihat orang lain sebagai sesama manusia, daripada yang lainnya," kata Davidson dari studionya di Belfast, Irlandia Utara. (voaindonesia)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home