Loading...
DUNIA
Penulis: Prasasta Widiadi 16:25 WIB | Senin, 09 Januari 2017

Presiden Ghana Minta Maaf Terlibat Plagiarisme

Presiden Ghana yang baru, Nana Akufo Addo. (Foto: aljazeera.com)

ACCRA, SATUHARAPAN.COM – Kantor Kepresidenan Ghana mengeluarkan permintaan maaf karena menampilkan cuplikan pidato yang diduga menjiplak pidato-pidato yang berasal dari beberapa pemimpin Amerika Serikat (AS) di masa lalu.

Seperti diberitakan Al Jazeera, hari Senin (9/1), kantor Kepresidenan Ghana mengeluarkan permintaan maaf pada hari Minggu (9/1) setelah Presiden Ghana yang baru, Nana Akufo Addo   dituduh mengucapkan kembali bagian dari pidato oleh Bill Clinton dan George W Bush saat pidato pelantikannya.

Direktur komunikasi kepresidenan, Eugene Arhin, mengakui plagiarisme dan menawarkan permintaan maaf. “Kami tanpa syarat meminta maaf untuk pengakuan ini. Kami melakukan kealpaan pengawasan, dan tidak pernah disengaja,” kata Eugene Arhin, menurut kantor berita DPA.

Tidak lama setelah upacara sumpah jabatannya pada hari Sabtu (7/1) di Accra, pengguna media sosial mulai menunjukkan kesamaan antara pidato Akufo-Addo dan yang disampaikan oleh dua mantan AS tersebut.

“Meskipun kami saat ini menghadapi tantangan yang berat atau menakutkan, dan itu adalah kekuatan kami. Ghana telah menjadi negara yang gelisah, dan selalu penuh pengharapan. Dan saat ini kita harus membawa hal tersebut ke visi, misi dan tugas kita  dan kehendak orang-orang yang datang sebelum kita,” kata Akufo-Addo.

Kalimat tersebut juga diucapkan mantan presiden Amerika Serikat, Bill Clinton pada tahun 1993 saat dinobatkan sebagai Presiden: “Meskipun tantangan yang ada sangat menakutkan, dan berpengaruh ke kekuatan kami, tetapi Amerika adalah negara yang tidak pernah lelah, dan orang-orangnya selalu berpengharapan. Kita harus membawa tugas kita dan pandangan dunia yang terjadi di era sebelum kita.”  

Dalam pidato yang sama, Akufo-Addo mengatakan hal yang sama yang diucapkan George W Bush saat dilantik pada tahun 2001: "Saya meminta Anda untuk menjadi warga negara. Warga, bukan penonton, warga, yang bertanggung jawab membangun masyarakat dan bangsa kita"

Pada tahun 2001 pidato pelantikannya, Bush mengatakan: "Saya meminta Anda untuk menjadi warga negara. Warga, tidak penonton, warga negara warga yang bertanggung jawab membangun masyarakat dari pelayanan dan bangsa karakter."

Akufo-Addo, sebelumnya menjadi seorang  pengacara hak asasi manusia dan berusia 72 tahun, dia mengalahkan presiden sebelumnya John Dramani Mahama dalam pemilu bulan lalu.

Pada September, Presiden Nigeria Muhammadu Buhari juga mengeluarkan permintaan maaf untuk penjiplakan terhadap kutipan dari Presiden AS Barack Obama dalam pidato perubahan di negara Afrika Barat.

“Setelah diamati bahwa kesamaan antara paragraf dalam pidato kemenangan Presiden Obama pada 2008 dan apa yang dibaca Presiden Buhari baca dalam paragraf kesembilan dari 16 tersebut, dikatakan sebagai sebuah kebetulan,” kata pernyataan resmi dari kantor Buhari.  (aljazeera.com)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home