Loading...
RELIGI
Penulis: Bayu Probo 17:45 WIB | Senin, 10 November 2014

PRPrG: Gereja dan PGI Bangun Budaya Adil-Damai Perempuan-Laki-laki

PRPrG: Gereja dan PGI Bangun Budaya Adil-Damai Perempuan-Laki-laki
Tarian Fameafo dan usungan babi mengawali acara penutupan PRPrG, Sabtu (8/11). (Foto-foto: Pdt Retno Ratih Suryaning Handayani)
PRPrG: Gereja dan PGI Bangun Budaya Adil-Damai Perempuan-Laki-laki
Peserta PRPrG saat penutupan.

GUNUNGSITOLI, SATUHARAPAN.COM – Pertemuan Raya Perempuan Gereja pada Sabtu (8/11) memberikan rekomendasi penting mendorong gereja-gereja  dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia untuk menangani dan mencegah kekerasan terhadap perempuan serta membangun budaya adil-damai dengan laki-laki.

Pdt Retno Ratih Suryaning Handayani, utusan Sinode Gereja-gereja Kristen Jawa—dari GKJ Manahan Surakarta berbagi tentang penutupan PRPrG dan rekomendasi yang diberikan kepada Sidang Raya XVI PGI. Berikut ceritanya kepada satuharapan.com.

Diiringi alunan musik dan gemulainya gerak tangan dan kaki para gadis  cantik, tarian Fameafo mengawali acara penutupan PRPrG. Segenap hadirin  yang datang tidak hanya terpesona oleh tarian itu tetapi juga  terkaget-kaget oleh usungan babi hitam di belakang pada penari. Usut punya  usut ternyata tarian yang diiringi dengan usungan babi ini adalah bagian  dari prosesi penyambutan tamu kehormatan. Ya, pada hari Sabtu sore acara PRPrG yang berlangsung sejak tanggal 5  Nopember 2014 akhirnya ditutup dengan meriah di BNKB Jemaat Yohanes Teluk Dalam, Nias Selatan.

Kemeriahan acara penutupan ini tentu saja masih menyisakan pekerjaan rumah  bagi  peserta PRPrG dan gereja-gereja di Indonesia. Sejak PRPrG dibuka,  ada sekitar 300 perempuan dari berbagai unsur baik itu utusan gereja, PGI  wilayah, mitra PGI, tamu undangan, peninjau membahas berbagai isu yang  menyangkut persoalan perempuan. Pokok-pokok yang dibahas adalah keadilan dan kesetaraan gender, pengarusutamaan hak Anak, dan lingkungan hidup.

Radikalisme, Kualitas Hidup dan Kekerasan.

Ada cukup banyak rekomendasi yang ditelurkan oleh PRPrG. Beberapa  rekomendasi ditujukan kepada gereja, beberapa ditujukan ke PGI dan  beberapa rekomendasi terkait tentang kelembagaan. Rekomendasi terkait  dengan persoalan kekerasan di antaranya: Mendorong gereja-gereja dan PGI  untuk mengambil langkah yang sistematis dalam menangani dan mencegah  kekerasan serta membangun budaya adil-damai. Upaya-upaya ini tentu tidak  mungkin tercapai kalau hanya dilakukan perempuan sendiri, laki-laki harus  berpartisipasi untuk mewujudkan budaya adil- damai.

Merespons persoalan radikalisme yang makin marak di Indonesia, PRPrG  merekomendasikan perlunya memperkuat peran keluarga sebagai benteng  pertahanan. Ketika kita berbicara tentang pentingnya peran keluarga,  perempuan memiliki peran yang strategis, mengingat peran perempuan dalam  keluarga sangat besar. Rekomendasi  lain terkait dengan isu radikalisme  adalah perlunya upaya berjejaring dengan  sahabat-sahabat lintas iman. Dalam mengembangkan jaringan lintas iman ini, perempuan dengan caranya  memiliki akses yang besar untuk berjejaring mulai dari lingkup terkecil  dalam masyarakat.

Harapan besar untuk mengadakan restrukturisasi kelembagaan diusulkan  terkait dengan penanganan perempuan dengan anak. Selama ini Departemen  Perempuan dan Anak menjadi satu. Realitanya banyak persoalan anak tidak  tertangani dengan serius. Padahal saat ini kita diperhadapkan dengan  persoalan anak yang serius. Kekerasan terhadap anak dan pelanggaran  terhadap anak sudah berada dalam taraf darurat. Karenanya, harus ada  departemen tersendiri yang menangani anak.

Meskipun masalah kepemimpinan bukan menjadi bagian dari isu yang dibahas  dalam "Aro Gosali" istilah yang digunakan untuk percakapan atau diskusi  dalam gereja, namun ada harapan besar dari perempuan terkait kepemimpinan.

Beberapa kriteria yang diusulkan oleh PRPrG terkait kepemimpinan  di antaranya: memiliki jiwa kepemimpinan yang, memiliki jaringan yang luas  baik dengan pemerintah dan jaringan lintas iman, memiliki perspektif  gender dan berjiwa pluralis, dan tentu saja yang juga memiliki pengalaman  dalam gerakan keesaan.

Masih ada beberapa rekomendasi yang lain dari PRPrG yang akan diteruskan  dalam Sidang Raya PGI yang akan dibuka hari Selasa, (11/11).  Harapan besar dari para perempuan, rekomendasi tersebut diwujudkan dalam  gerak keesaan gereja-gereja di Indonesia. Itulah pekerjaan rumah yang  masih harus terus kita garap bersama.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home