Loading...
DUNIA
Penulis: Prasasta Widiadi 10:04 WIB | Selasa, 23 Juni 2015

Puluhan Juta Warga Tiongkok Terancam Keracunan Air Minum

Warga mengangkut air di sebuah desa di Tiongkok (Foto:china-mike.com)

BEIJING, SATUHARAPAN.COM – Puluhan juta warga Tiongkok dilanda kekhawatiran diracuni racun sejenis arsenik yang terkandung dalam air minum.

Menurut scmp.com  Senin (22/6) beberapa media pemerintah setempat menyebut Tiongkok telah melakukan upaya resmi dengan pencegahan bagi anak-anak.

Kadar fluoride yang tinggi ditemukan dalam air di lebih dari 1.000 kabupaten di seluruh negeri pada akhir 2013 seperti dikemukakan sebuah  majalah yang berafiliasi dengan Xinhua,  mengutip  Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan Tiongkok. 

Gao Yanhui, seorang ahli di  Pusat Pengendalian Endemi Penyakit Tiongkok mengatakan 87 juta orang berisiko secara nasional.

Hampir 21 juta orang menderita penyakit yang disebabkan oleh paparan flouride secara berlebihan, seperti kerangka fluorosis - sebuah kondisi yang menyakitkan yang mempengaruhi tulang dan sendi dan yang dapat melumpuhkan.

Gao menyebut daerah yang paling parah terkena berada di dataran utara, atau tepatnya provinsi Henan.  

Keracunan arsenik adalah kekhawatiran lain, dengan sekitar 600.000 orang di 131 kabupaten  terdampak, kata laporan itu. Paparan jangka panjang dapat menyebabkan masalah kulit dan paru-paru, kandung kemih, kulit dan kanker ginjal.

Polusi Air

Polusi air di Tiongkok terjadi karena kualitas air yang buruk sehingga muncul yodium berlebihan menyebabkan 30 juta orang berisiko gondok.

Pemerintah pusat telah menghabiskan ratusan miliar yuan selama dekade terakhir pada upaya peningkatan air minum di daerah pedesaan, namun pemerintah daerah masih kekurangan dana untuk melanjutkan pekerjaan, kata laporan itu.

Laporan dari Gao merujuk pada sebuah proyek untuk meningkatkan air sumur di Qianan, sebuah kota di provinsi Jilin. Pemerintah setempat menghabiskan sepertiga dari 590.000 yuan (746.000 dolar Hong Kong). Pemerintah provinsi mengucurkan dana sekitar 37 persen dari yang diperlukan, sedangkan publik membayar sisanya.

“Daerah yang termasuk endemik serius sebagian besar adalah daerah miskin, di situ pemerintah daerah tidak dapat melaksanakan pencegahan dan pengendalian penyakit endemik," kata Gao. (scmp.com).

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home