Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 18:49 WIB | Sabtu, 20 Agustus 2022

Putin Tuduh AS Berusaha Memperpanjang Konflik di Ukraina

Putin juga menuduh AS memicu konflik di tempat lain dengan memprovokasi ketegangan di Taiwan.
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Foto: dok. Ist)

MOSKOW, SATUHARAPAN.COM-Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Selasa (16/8) menuduh Washington berusaha untuk memperpanjang konflik di Ukraina dan memicu konflik di tempat lain di dunia, termasuk dengan kunjungan Ketua Kongres Amerika Serikat, Nancy Pelosi, ke Taiwan.

“Situasi di Ukraina menunjukkan bahwa AS berusaha untuk memperpanjang konflik ini. Dan mereka bertindak dengan cara yang persis sama, memicu potensi konflik di Asia, Afrika, dan Amerika Latin,” kata Putin dalam pidato yang disiarkan televisi, berbicara pada upacara pembukaan konferensi keamanan di Moskow melalui tautan video.

“Petualangan Amerika dalam kaitannya dengan Taiwan bukan hanya perjalanan seorang politisi yang tidak bertanggung jawab, tetapi bagian dari strategi AS yang sadar dan bertujuan untuk mengacaukan dan membuat kacau situasi di kawasan dan dunia,” tambahnya.

Dia mengatakan kunjungan itu adalah "demonstrasi kurang ajar atas ketidakhormatan terhadap kedaulatan negara lain dan kewajiban internasional (Washington)."

“Kami melihat ini sebagai provokasi yang direncanakan dengan hati-hati,” kata Putin.

Memasuki bulan keenam, intervensi militer Moskow di Ukraina telah menewaskan ribuan orang, memaksa jutaan orang meninggalkan rumah mereka dan memperburuk kekurangan pangan di seluruh dunia.

Hubungan antara Moskow dan Washington telah rusak sejak Rusia pada akhir Februari meluncurkan intervensi militer di Ukraina yang pro Barat.

Dihantam oleh rentetan sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya, Putin telah berusaha untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara di Afrika dan Asia, terutama dengan China.

Moskow dalam solidaritas penuh dengan sekutu utama, Beijing, selama kunjungan Pelosi ke Taiwan yang demokratis dan berpemerintahan sendiri, yang dianggap China sebagai wilayahnya. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home