Loading...
INDONESIA
Penulis: Endang Saputra 20:05 WIB | Jumat, 01 April 2016

"SARA Tidak Laku di Pilgub Jakarta"

Rohaniawan Romo Benny Susetyo saat hadir sebagai salah satu narasumber dalam persoalan upaya Pemerintah dan DPR merevisi UU KPK yang dinilai melemahkan. (Foto: Dok. satuharapan.com/Dedy Istanto)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Pengamat komunikasi politik Romo Benny Susetyo mengatakan, isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) tidak laku digunakan dalam Pilkada Gubernur Jakarta, sebab publik ibu kota merupakan masyarakat urban yang hanya mempedulikan asas dan manfaat.

"Isu sara tidak akan laku di Jakarta. Masyarakat urban itu hanya peduli asas dan manfaat, misalnya bagaimana banjir teratasi, macet teratasi, itu lah budaya masyarakat urban," ujarnya dalam diskusi publik bertema Mencari Alternatif Selain Ahok di Jakarta, hari Jumat (1/4).

Benny mengemukakan dalam konteks bersaing dengan Ahok, sejatinya para kandidat lain bisa bermain dalam level program sebagai sebuah teori pemasaran politik, bukan berkutat pada isu SARA yang usang.

Dia mencontohkan Ahok dapat diterima kelas menengah ke atas, karena sikapnya yang tegas. Oleh karena itu cara menyikapi ini adalah dengan memunculkan sosok yang sepadan dengan Ahok.

"Masalahnya partai yang bodoh cara meng-`counter` fenomena Ahok tidak tepat. Harusnya cari orang yang memiliki `branding` selevel dengan Ahok," kata dia.

Dia menekankan jika Ahok dikenal sebagai sosok yang keras, jujur dan berani, maka dapat dicari seorang pesaing yang juga memenuhi kriteria itu.

Menurut Benny, partai politik harus berani membuka ruang seluas-luasnya bagi calon alternatif.

"Namun jangan memaksakan orang yang tidak ada kemampuan," kata dia.

Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti juga sependapat bahwa isu SARA sudah tidak laku di Jakarta.

Menurut dia, publik Jakarta lebih menyukai pertarungan gagasan dan program.

"Ahok harus ditantang di wilayah isu gagasan. Misalnya, apa benar Ahok adalah gubernur dengan sistem pemerintahan yang benar bersih," kata dia.

Selain itu, kata Ray, para pesaing Ahok juga bisa mengambil keuntungan dari anggapan yang berkembang bahwa Ahok lebih cenderung melayani kelas menengah ke atas atau terkait program reklamasi di wilayah Jakarta Utara yang masih mendapatkan penolakan.

"Ini sebenarnya sasaran empuk. Tapi, sayangnya partai belum masuk ke isu. Menurut saya pribadi sangat penting mendorong parpol segera menetapkan pasangan calon sehingga mereka bisa masuk ke isu substansif," kata dia. (Ant)

Editor : Eben E. Siadari


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home