Loading...
EKONOMI
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 17:25 WIB | Kamis, 06 Agustus 2015

Soal Impor Beras, Mendag Serahkan ke Presiden

Ilustrasi. Petani merontokkan padi saat panen di Kampung Sarayuda, Ciamis, Jawa Barat, Kamis (6/8). Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan hasil panen menurun dari 8 kuital menjadi 2-3 kuintal per luas lahan 2.000 meter persegi. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Menteri Perdagangan Rachmat Gobel enggan berkomentar banyak terkait rapat koordinasi mengenai dampak badai El Nino yang diselenggarakan oleh Kementerian Perekonomian dengan beberapa kementerian dan lembaga pemerintah.

Untuk mengantisipasi kekeringan dan menjaga cadangan beras, impor menjadi salah satu jalan keluar terakhir pemerintah. Terkait dengan hal tersebut, Rachmat menyerahkan semua keputusannya kepada Presiden.

“Keputusan impor itu ada di Presiden, setelah melihat data-datanya,” kata Rachmat di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Lapangan Banteng hari Kamis (6/8), sambil masuk ke dalam mobilnya dan langsung pergi menuju Istana Negara untuk menghadiri rapat terbatas mengenai El Nino.

Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Muhamad Zamkhani mengungkapkan bahwa dalam rapat tersebut membahas mengenai produksi pangan karena El Nino naik atau turun. Namun terkait impor belum diputuskan dalam rakor tersebut.

“Itu kan ada beberapa antisipasi (produksi) naik atau turun. Hitungannya bagaimana tidak terlalu teknis hanya policy (kebijakan) saja yang kami bahas. Untuk impor belum diputuskan,” kata Zamkhani.

Saat ini, cadangan beras Bulog mencapai 1,5 juta ton. Namun, lanjut dia, Bulog masih bisa menyerap lagi karena masih ada panen musim gadu yang artinya itu merupakan tambahan yang bisa diserap hingga akhir tahun 2015 ini.

“Berapa tambahannya tergantung tingkat keyakinan Bulog,” kata Zamkhani.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home