Loading...
FOTO
Penulis: Elvis Sendouw 19:02 WIB | Jumat, 27 Juni 2014

Syamsu Djalal: Tim Mawar Kopassus Bertindak Inisiatif Sendiri

Syamsu Djalal: Tim Mawar Kopassus Bertindak Inisiatif Sendiri
Mantan Danpuspom Mayjen (Purn) Syamsu Djalal memberikan keterangan di depan wartawan, Jakarta,Jumat (27/6). Ia menyelidiki penculikan 1997/1998. (Foto-foto: Elvis Sendouw)
Syamsu Djalal: Tim Mawar Kopassus Bertindak Inisiatif Sendiri
Mantan Danpuspom Mayjen (Purn) Syamsu Djalal saat memberikan penjelasan kepada wartawan.
Syamsu Djalal: Tim Mawar Kopassus Bertindak Inisiatif Sendiri
Sejumlah awak media saat menyimak peryataan sikap Mantan Danpuspom Mayjen (Purn) Syamsu Djalal.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Mantan Danpuspom Mayjen (Purn) Syamsu Djalal mengatakan bahwa Tim Mawar Kopassus bergerak atas inisiatif sendiri tanpa diperintah atasannya (Prabowo) saat menculik para aktivis. Ia memberi keterangan di depan wartawan, Jakarta,Jumat (27/6). 

Sebagai penyelidik penculikan 1997/1998, Syamsu membantah pernyataannya sendiri soal keterlibatan Prabowo Subianto dalam peristiwa penculikan aktivis pada 1997. Rabu (25/6) kemarin, Syamsu menyatakan Tim Mawar Kopassus melakukan penculikan karena diperintah atasannya yakni Prabowo Subianto. 

Syamsu menegaskan Prabowo sama sekali tidak terlibat dalam kasus penculikan aktivis. Menurutnya, saat ini informasi tentang penculikan sudah mulai menyimpang. Ia berharap agar kasus ini tak lagi diungkit. Jika terus diungkit, ia khawatir para jenderal purnawirawan nantinya akan terpecah-belah. "Membuka aib orang itu dosa," ujar Syamsu.

"Jadi Prabowo hanya merasa bertanggungjawab sebagai atasan saja. Dalam militer, tidak ada istilah prajurit bersalah, yang salah komandannya," ujar Syamsu.Syamsu menyatakan,perubahan keterangan itu setelah dirinya mengumpulkan bekas penyidik yang menangani kasus penculikan itu. "Maka sekarang saya luruskan," tuturnya. Sebelumnya, Mayjen (TNI) Syamsu Djalal angkat bicara soal kasus penculikan aktivis pada 1997. Mantan Danpuspom TNI yang mengusut kasus penculikan aktivis itu mengatakan Tim Mawar Kopassus mengakui telah menculik sejumlah orang.

Tentang nasib 13 aktivis yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya, Syamsu mengaku tak tahu. Menurutnya penyelidikan yang dilakukan Puspom TNI hanya sampai pada penelusuran sembilan aktivis yang diculik dan akhirnya kembali.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home