Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 23:59 WIB | Sabtu, 12 Oktober 2013

Tak Terpengaruh Hujan Lebat, Anak-anak Indra Sjafrie Pukul Mundur Negeri Ginseng

Tak Terpengaruh Hujan Lebat, Anak-anak Indra Sjafrie Pukul Mundur Negeri Ginseng
Maldini (kaos merah, Indonesia) berjibaku dengan penjaga gawang Korea Selatan, Lee Taehui (kaos hitam) (foto: goal.com)
Tak Terpengaruh Hujan Lebat, Anak-anak Indra Sjafrie Pukul Mundur Negeri Ginseng
Evan Dimas (nomor.6) andalan Indonesia (foto: timnasgaruda.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kesebelasan Indonesia di bawah usia 19 tahun (U-19) di bawah asuhan pelatih Indra Sjafrie, berhasil meraih tiket lolos langsung ke perhelatan Piala AFC U-19 yang akan digelar di Myanmar tahun depan, setelah secara dramatis unggul tipis 3-2 atas negeri Ginseng, Korea Selatan (Korsel).

Pada pertandingan penentuan yang digelar Sabtu (12/10) di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta tersebut sempat dihentikan karena hujan yang sangat deras dan membuat laju bola terhambat, akibatnya wasit bersama kedua hakim garis memutuskan tidak melanjutkan pertandingan tersebut pada menit ke-40 di babak pertama.

Sebenarnya, saat menit-menit awal pertandingan cuaca yang turun belum terlalu menghambat permainan kedua tim, Indonesia dan Korea Selatan bermain sangat hati-hati, Indonesia sempat mengancam gawang Korsel lewat Ilham Udin pada menit ke-10, sayang sekali bola tendangan Ilham tidak menemui sasaran, Ilham kurang tenang mengeksekusi peluang emas.

Ancaman balik dilancarkan Korsel pada menit ke-14, bola tendangan Hwang Hee Chan yang arahnya lurus horizontal sudah melewati penjaga gawang Indonesia, Ravi Murdianto tetapi M Fatchur Rohman dengan sigap membuang bola tersebut.

Beberapa kali kemelut tercipta di kotak penalti Korsel, akan tetapi para gelandang Indonesia, Zulfandi, Maldini dan Muklis Hadi belum mampu menggetarkan jala gawang Korsel.

Semangat Indonesia baru terasa tatkala Stadion Gelora Bung Karno benar-benar ramai, oleh gol yang dicetak Evan Dimas pada menit ke-31, sebelumnya Ilham Udin berhasil mengirim bola silang ke tengah jantung permainan Korsel, dan Evan Dimas mengeksekusi peluang emas tersebut sehingga membuat kiper Korsel, Lee Tae tak berdaya.

Keunggulan 1-0 Indonesia tak bertahan lama, Korsel  berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan pinalti yang dilakukan gelandang, Seol Taesu.

Hadiah pinalti diberikan wasit ketika pemain belakang Indonesia Hansamu Yama Pranata melanggar Kim Shin di daerah terlarang.

Menjelang babak pertama berakhir, seluruh areal permainan Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta tergenang air dan jarak pandang antar pemain terbatas karena hujan semakin deras sehingga segenap perangkat pertandingan sepakat menunda pertandingan yang dalam kedudukan imbang 1-1 tersebut.

Saat laga dilanjutkan lagi, tempo permainan semakin meningkat dan guyuran hujan yang sudah mulai berkurang tidak menyurutkan anak-anak muda dua kesebelasan untuk menunjukkan permainan menyerang.

Hasilnya Indonesia lebih bersemangat dengan dukungan puluhan ribu pendukung yang hadir di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia berhasil menggetarkan gawang Korea lewat kapten kesebelasan Evan Dimas, Indonesia unggul 2-1.

Korsel bermain seperti tersengat lebah dan melancarkan banyak serangan balasan ke gawang Indonesia, salah satu peluangnya yakni pada menit ke-67 bola hasil tendangan jarak jauh penyerang, Kim Jeongmin ditinju Ravi Murdianto, meski harus berjibaku dan bertabrakan.

Semenit kemudian pertahanan Indonesia kembali diuji, dalam sebuah kemelut di kotak penalti, gelandang Kim Shin melepaskan tendangan keras, namun menyamping di sisi kanan.

Anak-anak asuh Indra Sjafrie menerapkan kesabaran dalam permainan bertahan, dan hasilnya Indonesia lagi-lagi mencetak angka sehingga kedudukan berubah menjadi 3-1, dan lagi-lagi sang kapten, Evan Dimas yang mencatatkan namanya di papan skor.

Selanjutnya, tiga menit kemudian, Korsel memperkecil skor lewat tandukan Shu Meonghwon dari bola mati. Skor menjadi 3-2. Peluit akhir dibunyikan, Indra Sjafri dan Garuda Jaya membuktikan diri dengan mengalahkan Korsel 3-2. Myanmar 2014 menanti. Sementara Korsel berada pada peringkat kedua menanti lawan dari grup lain untuk memperebutkan posisi satu tiket tersisa di babak playoff.

Satu pertandingan lainnya di kualifikasi Piala AFC U-19 Grup G, yakni antara Filipina dan Laos yang berlangsung beberapa jam sebelumnya berakhir imbang 2-2.

Korea Selatan: Lee Taehui; Pak Mingyu, Lim Seunggyeom (C), Kim Jeongmin, Hwang Kiwook; Hwang Hee-Chan, Seol Taesu, Choi Jaehun; Lee Gwanghyeok, Kim Shin, Shim Jehyeok.

Indonesia: Ravi Murdianto; Putu Gede, Fatchu Rochman, Sahrul Kurniawan, Hansamu Yama; Evan Dimas (C), Hargianto, Zulfiandi; Maldini, Muchlis Hadi, Ilham Udin. (bola.net/goal.com)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home