Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Dewasasri M Wardani 16:06 WIB | Jumat, 17 Juni 2016

Targetkan Zero Accident, Kemenhub Periksa Seluruh Moda

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat meninjau kesiapan Stasiun Kereta Api Yogyakarta menghadapi mudik lebaran 2016, Rabu (15/6). (Foto: dephub.go.id)

YOGYAKARTA,SATUHARAPAN.COM - Jelang masa mudik Lebaran 2016, Kementerian Perhubungan melakukan rampcheck seluruh angkutan umum yang akan digunakan, baik pada sektor transportasi darat, laut, udara, maupun perkeretaapian.

Hal tersebut dilakukan guna mencapai target zero accident, yang dicanangkan Kemenhub pada masa mudik Lebaran tahun ini. Demikian dikatakan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat meninjau kesiapan Stasiun Kereta Api Yogyakarta menghadapi mudik lebaran 2016, Rabu (15/6).

"Pemeriksaan kelaikan kendaraan masih terus berlangsung. Ada 45.000 bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) diperiksa, kemudian 529 pesawat komersial, 447 lokomotif kereta dan 1600 kereta penumpang, kapal laut 1200, dan kapal penyeberangan 100-an lebih", kata  Jonan, seperti yang dilansir dari situs dephub.go.id.

Jonan pada kesempatan tersebut, meminta kepada seluruh kepala dinas provinsi, kabupaten, dan kota melakukan hal yang sama dan memastikan pemeriksaan ini selesai tepat waktu sebelum masa angkutan Lebaran, "Saya minta kepada seluruh kepala dinas perhubungan provinsi serta kabupaten/kota melakukan hal sama. Harus bisa selesai segera", kata Jonan.

Diharapkan pemeriksaan seluruh moda transportasi yang digunakan pada mudik lebaran ini sudah selesai pada 24 Juni 2016 mendatang. Selain pemeriksaan terhadap sarana angkutan umum, prasarana seperti bandara, pelabuhan, dan stasiun juga akan diperiksa.

Disinggung terkait penurunan pengguna angkutan bus, Jonan mengatakan tren penggunaan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) cenderung menurun 3-4 persen tiap tahunnya. "Ini makanya bus AKAP kita benahi biar gak terus turun. Kereta biasanya naik 1-2 persen. Pesawat terbang yang justru naik 7-8 persen, kapal laut turun. Biasanya tergantung daya beli masyarakat, kalau naik ya pasti lebih pilih pesawat," katanya.

Menurut Jonan, bus AKAP terus menurun karena pelayanannya dan tingkat keselamatan yang harus ditingkatkan.

Padahal, bus AKAP yang akan digunakan pada operasi Lebaran tahun ini meningkat 1.600 buah, dibanding tahun lalu. Untuk itu, dirinya mengharapkan kepada seluruh perusahaan otobus segera memperbaikinya. Jonan juga menegaskan bahwa angkutan umum yang tidak layak tidak boleh jalan. "Kalau ada yang tidak layak tidak boleh jalan, kalau maksa jalan izinnya kita cabut," katanya.

 

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home