Loading...
INDONESIA
Penulis: Martahan Lumban Gaol 16:23 WIB | Kamis, 14 Januari 2016

Teror Sarinah, Jangan Keluarkan Tagar Pray for Jakarta

Ilustrasi. Salah satu aparat saat akan mengevakuasi korban ledakan bom yang terjadi di pos polisi yang terletak di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. (Foto: Dok. satuharapan/Dedy Istanto)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Masyarakat Indonesia ‎sebaiknya tidak mengeluarkan tagar 'Pray for Jakarta' atau yang sejenisnya. Tagar seperti itu akan membuat publik semakin takut dan memperburuk citra Daerah Khsusus Ibukota (DKI) Jakarta.

"Sebaiknya publik tidak merespon aksi teror yang terjadi di Kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, hari Kamis (14/1), dengan mengeluarkan tagar-tagar seperti 'Pray for Jakarta'. Karena itu akan menimbulkan ketakutan orang untuk ke Jakarta, sekaligus men-down grade Kota Jakarta itu sendiri," ucap Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran Bandung, Muradi, saat dihubungi satuharapan.com dari Jakarta, hari Kamis (14/1).

Dia berpendapat, banyak masyarakat Indonesia yang berusaha menyebarkan informasi yang diperoleh di media sosial terkait aksi teror yang terjadi di Kawasan Sarinah, sekitar pukul 10.40 WIB, tanpa mengetahui informasi yang diperoleh itu valid atau tidak.

Menurut Muradi, hal itu pun sebaiknya tidak dilakukan. Karena sebenarnya, kelompok yang melakukan aksi teror di Kawasan Sarinah tengah mempropaganda informasi di media sosial. "Apalagi dengan menyebar gambar-gambar korban meninggal atau luka-luka, itu akan jadi viral yang bagus untuk mereka (kelompok teroris)," katanya.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home