Loading...
BUDAYA
Penulis: Francisca Christy Rosana 01:10 WIB | Senin, 23 Maret 2015

Trio Bersaudara The Overtunes Bermusik Sejak TK

Trio Bersaudara The Overtunes Bermusik Sejak TK
Mada Emmanuelle, Mikha Angelo, dan Reuben Nathaniel tampil di Semanggi. Ketiganya menghibur penggemar dan membawakan lebih dari 10 lagu. (Foto-foto: Francisca Christy Rosana)
Trio Bersaudara The Overtunes Bermusik Sejak TK
Mada beraksi di hadapan Tunist (fans The Overtunes).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Riuh suara remaja putri meneriakkan nama “The Overtunes” menggema di Plaza Semanggi, Jakarta, Sabtu (21/3) malam.

Para penggemar yang rata-rata datang berkelompok ini telah tiba sebelum petang demi menanti penampilan grup musik kesayangan mereka.                                                                                                 

Tak lama kemudian, tiga pria bersaudara yang ditunggu-tunggu akhirnya datang dan langsung menyambangi penggemar satu per satu.

Mikha Angelo, Reuben Nathaniel, dan Mada Emmanuelle tak sungkan berjabat tangan dan mengobrol ringan dengan Tunist, sapaan untuk fans The Overtunes.

The Overtunes, grup musik yang menaungi Mikha, Reuben, dan Mada memang belum lama mencuat ke permukaan. Pada 2013, single album mereka bertajuk “Sayap Pelindungmu” mulai rilis. Namun, umur di dunia musik yang terbilang masih hijau tak lantas membuat kualitas mereka diragukan. Musikalitas dan kualitas musik  dibawakan secara baik ternyata membuat mereka melaju pada titik yang lebih tinggi, tahap demi tahap.

Apabila mengulas perjalanan panjang ketiganya, trio bersaudara ini ternyata telah akrab dengan musik sejak kecil.

“Perjalanan musik bisa dibilang seperti perjalan hidup kami. Kami belajar musik dari TK, belajar piano juga barengan sampai akhirnya sempat ada waktu kami tak terlalu suka musik dan pada akhirnya pas saya mau masuk SMP mulai lagi suka musik dengan bermain gitar, diajari Reuben dan mulai nulis lagu sendiri. Musik telah mengiringi hidup kami sejak kecil,” begitulah Mikha menjelaskan perjalanan musik bersama kedua saudaranya kepada satuharapan.com.

Sementara itu, kejenuhan yang dirasakan pun ternyata justru menjadi titik awal ketiganya untuk kembali bangkit dan lebih serius di dunia musik.

Dimulai dengan menjadi penampil sekelas grup musik reguler di beberapa pertokoan dan kedai kopi di Jakarta, dengan ketekunan dan tekad yang melekat, ketiganya kini telah dikenal masyarakat.

“Kami sedang berada di titik untuk membangun nama dan membangun usaha untuk dikenal masyarakat. Hal-hal kecil itu pernah kami coba dan membuat itu jadi sebuah konsistensi,” ujar Mada.

Meski telah cukup dikenal masyarakat, sebagai grup musik yang terbilang baru ini mereka tentu memiliki target yang ingin dicapai.

Mikha mengaku banyak sekali target yang ingin diraih, salah satunya menjadi produser musik.

Namun hingga kini, target yang mereka pasang sebagai sumbu semangat berkarya ialah bagaimana dapat berkarya dengan kualitas yang baik agar masyarakat mengingat kehadiran grup ini di kancah musik Indonesia.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home