Loading...
DUNIA
Penulis: Prasasta Widiadi 08:42 WIB | Sabtu, 07 Mei 2016

UNHCR Imbau Pengungsi di Zambia Tidak Melarikan Diri

Ilustrasi : Suasana di kamp pengungsian di Zambia. (Foto: unhcr.org).

LUSAKA, SATUHARAPAN.COM – Perwakilan Organisasi Perserikatan Bangsa-bangsa yang membawahi pengungsi (UNHCR) dan berbasis di Zambia, Laura Lo Castro, mengimbau pengungsi di kamp pengungsian tidak melarikan diri.

“Hal tersebut tidak diperbolehkan,” kata Laura Lo Castro seperti diberitakan Xinhua, hari Jumat (6/5).

Dalam catatan UNHCR di Zambia, dan dikutip ulang Xinhua, disebutkan pekan lalu, sekitar 54 pengungsi di Zambia barat yang berasal dari Republik Demokratik Kongo lari dari permukiman setelah mengeluhkan kondisi hidup yang buruk.  

Laura memaklumi kekhawatiran pengungsi, namun dia meminta pengungsi tidak melakukan hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.

Laura mengemukakan UNHCR bekerja sama dengan pemerintah dan beberapa organisasi kemitraan di  Zambia saat ini melakukan berbagai upaya  untuk memastikan pengungsi memiliki kehidupan yang layak dan bermartabat.

Pengungsi, yang melarikan diri, telah berkemah di aula masyarakat di Kota Mongu, di sebelah barat Zambia.

Mereka mengatakan ingin pergi ke negara-negara tetangga agar mendapat kehidupan yang layak. 

Selama ini, tidak hanya warga Republik Demokratik Kongo yang mengungsi di Zambia, namun banyak warga Rwanda yang juga mengungsi menyusul aksi genosida pada tahun 1994 di Rwanda.

Dalam catatan UNHCR dan dikutip kembali Xinhua, saat ini lebih kurang 6.500 warga Rwanda yang hidup di Zambia. Sebagian besar dari mereka bekerja dengan membuka toko kebutuhan pokok. Usaha mereka berkembang pesat dan jauh lebih baik dari milik warga Zambia.

Laura mengutip data resmi UNHCR yang menyebutkan dalam beberapa tahun terakhir lebih dari 16.000 pengungsi asal Republik Demokratik Kongo telah dipulangkan dari Zambia.

“Perang saudara menyebabkan mereka mengungsi,” Laura menambahkan.  

Zambia menjadi tempat pengungsian, kata Laura, lebih dari 83.000 pengungsi yang berasal dari Republik Demokratik Kongo, Angola, Rwanda, Burundi, dan Somalia. (xinhuanet.com)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home