Loading...
INSPIRASI
Penulis: Sih Ell Mirmaningrum 01:00 WIB | Minggu, 24 Juli 2016

Vaksin Palsu Ajaran Palsu

Yesus Kristus adalah manusia sejati, sekaligus Allah sejati.
Vaksin (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – Akhir-akhir ini marak terdengar berita tentang beredarnya vaksin palsu di beberapa rumah sakit dan puskesmas. Ini tentu meresahkan masyarakat, terutama ibu-ibu yang memiliki anak balita yang membutuhkan kelengkapan vaksin.

Sejatinya, vaksin dibuat untuk mempersiapkan sistem kekebalan tubuh manusia terhadap penyakit tertentu. Vaksin itu sendiri adalah virus atau bakteri yang dilemahkan kemudian dipergunakan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Itu vaksin yang normal. Akan tetapi, vaksin palsu yang beredar sungguh berbeda. Dia yang seharusnya memperkuat sistem kekebalan tubuh, justru melemahkan hingga tubuh menjadi rentan terhadap penyakit.

Dalam hidup rohani kita, kita kadang membutuhkan vaksin untuk menyembuhkan penyakit rohani kita. Kita membutuhkan Injil—berita sukacita bagi jiwa kita. Injil menguatkan kita dalam kelemahan kita, juga menghibur kala kita merasakan kesendirian dan kesedihan. Injil menemani kita. Namun demikian, Paulus sekitar 20 abad lalu pun, menegaskan: ”Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka” (Kis. 20:30). Alih-alih menguatkan, ajaran palsu macam  begini hanya akan membuat bingung orang percaya.

Seperti halnya vaksin palsu, ajaran palsu juga dapat melemahkan jiwa kita. Ajaran palsu lebih buruk akibatnya dibandingkan vaksin palsu. Dia tidak hanya membunuh secara badani, melainkan juga secara rohani karena mereka meragukan kemanusiaan Yesus Kristus. Meragukan kemanusiaan Yesus berarti juga menyangkal kematian-Nya di kayu salib sebagai penebus manusia dari kematian kekal.

Karena itulah, penulis surat Yohanes mengingatkan: ”Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah” (1Yoh. 4:1-3).

Yesus Kristus adalah manusia sejati, sekaligus Allah sejati. Dan karena itulah karya penebusan-Nya sungguh bermanfaat. Percayalah!

 

Email: inspirasi@satuharapan.com

Editor : Yoel M Indrasmoro


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home