Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Kartika Virgianti 21:19 WIB | Senin, 24 Februari 2014

Walikota Jaktim: Warga Harus Mau Pindah ke Rusun Meski Tidak Dekat Kampung Pulo

Ilustrasi rusun. (Foto: jakarta.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Wali Kota Jakarta Timur, HR Krisdianto mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan memulai rencana relokasi warga Kampung Pulo, Jakarta Timur ke rumah susun (rusun). Meskipun lokasi rusun tidak dekat, tetapi ia menegaskan warga harus mau dipindah, karena itu untuk kepentingan normalisasi kali, dengan pembuatan jalan inspeksi dan untuk penataan sepanjang kali.

“Yang dekat rusunnya terbatas, sementara yang harus dipindah banyak. Mau tidak mau harus tetap pindah. Dari Waduk Pluit, bantaran Kali Ciliwung di Sentiong saja mau pindah warganya, padahal jauh. Nanti kalau tidak pindah mereka menyesal,” kata Krisdianto usai rapat dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Senin (24/2).

Mengenai relokasi, Krisdianto akan melakukan koordinasi dengan Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta. Di Jatinegara ada rusun yang dibangun untuk 500 kepala keluarga (KK) atau 500 unit, selain itu ada rusun Komarudin di Cakung, Jakarta Timur ada 400 unit.

“Kemarin warga melihat ke sana dan mereka bilang ada beberapa yang perlu diperbaiki, misalnya ada genangan-genangan, catnya banyak yang mengelupas, nanti itu akan diperbaiki, tetapi secara fisik sudah bisa ditempati,” kata Krisdianto.

Untuk pendataan warga yang akan direlokasi diakui Krisdianto belumtahu pasti jumlahnya, namun yang sudah terdata baru warga yang tinggal di RW enam dan tujuh sebanyak 188 rumah, itupun belum diketahui mereka punya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau tidak. Oleh sebab itu, Krisdianto juga bekerjasama dengan Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Jakarta.

“Dinas P2B harus cepat memberikan informasi izin-izin bangunan yang ada di pinggir kali itu. Kalau tidak cepat, nanti kita tidak bisa tahu itu harus diganti atau tidak,” kata Krisdianto.

Krisdianto tidak dapat menargetkan kapan tenggat waktunya, karena saat rapat tadi, Dinas P2B tidak hadir. Tetapi, Dinas Pekerjaan Umum (PU) akan memberikan surat kepada Dinas P2B untuk mengecek perizinan di pinggir kali.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home