Loading...
SAINS
Penulis: Bayu Probo 10:45 WIB | Sabtu, 15 Maret 2014

Wamenkes: Evakuasi Warga Riau Masih akan Dibahas

Jembatan Siak III ditutupi kabut asap di Pekanbaru, Riau, Kamis (13/3). Kabut asap dampak dari kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau semakin pekat, Pemerintah Provinsi Riau terus mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mengenakan masker pelindung bila beraktivitas di luar ruangan karena kualitas udara di Pekanbaru dalam level bahaya. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan wacana evakuasi warga Riau yang terkena dampak kabut asap masih harus dipertimbangkan lebih lanjut.

"Kita harus cek dulu secara teknis oleh Dinas Kesehatan, akan kita evaluasi apakah harus evakuasi atau ada cara lain," kata Wamenkes di Jakarta, Jumat (14/3).

Ghufron mengaku banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk melakukan evakuasi warga yang terdampak kabut asap termasuk dari segi jumlah penduduk yang cukup banyak.

"Kita akan cek, banyak hal yang harus dipertimbangkan. Bisa tidak asapnya dikurangi, barangkali (dengan begitu) bisa tidak harus dievakuasi," kata Wamenkes.

Namun Ghufron menyebut kemungkinan tersebut akan tetap dibahas dalam rapat terkait pembahasan penanganan kabut asap di Riau yang terjadi sejak dua bulan yang lalu.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sejak mulai terjadinya kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap tersebut, sebanyak 55.422 warga Riau menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Jumlah penderita ISPA yang tinggi itu dan kualitas udara yang makin memburuk di Riau menyebabkan munculnya wacana evakuasi warga untuk menghindarkan jumlah penderita yang lebih banyak lagi.

Ghufron mengatakan saat ini kendali penanganan masih ada di pemerintah daerah meskipun pemerintah pusat terus siaga untuk mengambil alih penanganan jika dibutuhkan.

Sementara itu, kabut asap juga menyerang daerah lain di bagian barat Pulau Sumatera, demikian juga negara-negara tetangga. (Ant)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home