Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 06:51 WIB | Sabtu, 07 November 2015

Widodo Sebut Persegres Kurang Tajam Jelang PJS

Ilustrasi: Pelatih Persegres, Widodo Cahyono Putra. (Foto: goal.com).

GRESIK, SATUHARAPAN.COM – Pelatih Persatuan Sepak Bola Gresik (Persegres), Widodo Cahyono Putra menilai tim yang dia latih  masih kurang tajam dalam menggedor barisan pertahanan lawan. Dia mengkhawatirkan kondisi tersebut berkelanjutan menjelang turnamen sepak bola Piala Jenderal Sudirman (PJS).

“Secara keseluruhan, tim sudah terlihat mulai menunjukkan peningkatan. Hanya saja, memang masih ada beberapa kekurangan yang harus dibenahi, terutama barisan depan yang tampak masih kurang bisa memanfaatkan peluang yang didapat,” kata Widodo setelah dia menyaksikan anak buahnya menang atas Persela Lamongan dengan skor 1-0  dalam laga uji coba menjelang PJS, di Stadion Petrokimia, Gresik, hari Jumat (6/11).

Kemenangan Gresik United ditentukan Ade Suhendra melalui eksekusi penalti. Widodo menilai pemain sudah bisa menerjemahkan skema permainan yang diinginkannya. “Masih ada beberapa hari lagi sebelum kami bertolak menuju Malang. Itu akan saya gunakan untuk terus mengasah barisan depan agar bisa lebih tajam,” kata mantan pesepak bola tim nasional Indonesia tersebut.

Widodo berharap, manajemen akan dapat mendatangkan pemain asing berkualitas di sektor depan agar dapat bersaing di Piala Jenderal Sudirman.

Gresik United mengalami krisis di sektor depan setelah pemain asingnya, Herman Dzumafo batal bergabung. Herman memilih bergabung dengan Pusamania Borneo FC. Widodo mengaku kecewa dengan keputusan striker yang membela Gresik United di Indonesia Super League (ISL) 2015 itu.

“Dzumafo yang plin-plan. Katanya siap membela Gresik di Piala Jenderal Sudirman, tapi nyatanya lebih memilih memperkuat PBFC. Namun sudahlah, tidak perlu diratapi. Kami akan mencari pemain lain yang lebih berkualitas. Tugas itu saya pasrahkan kepada jajaran manajemen,” papar Widodo. (goal.com).

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home